Home INTERNASIONAL Jaringan Facebook Cabut Iklan Anti-Imigran Trump

Jaringan Facebook Cabut Iklan Anti-Imigran Trump

0
SHARE
Logo NBC di kantor pusat di New York, 21 Agustus 2009. (Foto: AP/dok)

AMERIKA CAKRAWALA.CO,- Jaringan TV Fox News, NBC, dan jejaring media sosial Facebook telah menarik iklan kampanye Trump yang mengandung unsur SARA, yang menyamakan seorang terpidana pembunuh Meksiko dengan migran Amerika Tengah dalam perjalanan ke perbatasan AS, seperti dilansir kantor berita AFP.

NBC menarik iklan tersebut setelah mendapat kecaman karena menampilkan iklan tersebut selama program “Sunday Night Football” yang ditonton masyarakat luas menjelang pemilu paruh waktu pada Selasa (6/11). Banyak pihak melihat pemilu paruh waktu sebagai referendum atas kinerja Trump, yang berjanji untuk mengurangi imigran.

Baca Juga  Iklan yang di-Tweet Trump Dikecam Sebagai Rasis

“Setelah peninjauan lebih lanjut, kami melihat iklan tersebut tidak sensitif dan memutuskan untuk menghentikan di semua bagian kami sesegera mungkin,” kata NBC Universal seperti yang dikutip oleh kantor berita AFP.

Fox News, yang merupakan jaringan televisi favorit Presiden AS dan sering dianggap menguntungkan bagi pemerintahannya, membenarkan kepada AFP bahwa mereka telah menghapus iklan tersebut dan tidak akan tayang lagi di salah satu saluran berita atau lainnya.

Facebook mengatakan iklan tersebut “melanggar” kebijakan periklanan jaringan sosial terhadap konten sensasional. “Kami telah menolaknya. Meski video tersebut diizinkan untuk diunggah di Facebook, hal ini tidak dapat menerima distribusi berbayar,” katanya.

Baca Juga  Perusahaan Asing Tanpa Izin Nekad Beroprasi

Iklan tersebut dimulai dengan cuplikan adegan Luis Bracamontes, seorang penjahat Meksiko yang dijatuhi hukuman mati, sedang menyeringai. Bracamontes masuk daftar terpidana mati karena membunuh dua polisi di California pada 2014 dan ia bersumpah untuk membunuh lebih banyak polisi di masa depan.

Kampanye Trump meriliskan iklan tersebut pada pekan lalu. Saat ditanyakan pada Senin (5/11), Presiden AS mengaku tidak tahu menahu. “Saya tidak tahu mengenai hal tersebut,” katanya. “Banyak hal yang menyinggung. Pernyataan anda juga menyinggung.”*****

Baca Juga  Palestina Setelah Deklarasi Trump

Sumber: VOA Indonesia

Bagaimana menurut Anda ?

komentar