Beranda PERISTIWA PENDIDIKAN JaDI Sulsel : Calon Anggota KPU harus Non Partisan

JaDI Sulsel : Calon Anggota KPU harus Non Partisan

0
BERBAGI
JaDI Sulsel : Calon Anggota KPU harus Non Partisan - image IMG-20181106-WA0031-640x724 on https://www.cakrawala.co

JaDI Sulsel : Calon Anggota KPU harus Non Partisan

SULSEL CAKRAWALA.CO- Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Sulsel mewarning tim seleksi KPU di tujuh kabupaten/kota untuk mencari anggota KPU yang netral dan bebas dari kepentingan politik dan organisasi .

Komunitas JaDi kumpulan mantan aktivis KPU dan Bawaslu periode lalu, meminta proses seleksi KPU menuju 10 besar di dasari kualitas dan integritas.

Di beberapa daerah, berdasarkan data JaDI Sulsel, komisioner terpilih terlibat politik praktis. Kegagalan proses penyelenggaraan karena kesalahan memilih komsioner KPU, akan berdampak pada krisis politik dan krisis kepercayaan pada hasil penyelenggaraan pemilihan.

“Harus dicari yang berintegritas dan nonpartisan,“ kata Mardiana Rusli, presidium JaDI Sulsel.

Baca Juga  Menyebarkan Berita "Hoax", 2 Orang Diciduk Polisi

Timsel harus berkaca pada pelanggaran kode etik dalam seleksi lalu yang meloloskan beberapa partisan parpol, caleg dan pengurus di partai tertentu.

Ana Rusli, mengatakan salah satu procedural dan amanah UU komisioner KPU tidak boleh terlibat pada organisasi untuk menjaga kemandirian personal dalam lembaga KPU. Namun anehnya, ketika seleksi ramai-ramai membawa rekomendasi dari organisasai dan loby poltik.

“Kami minta timsel lebih objektif, teliti dalam melakukan penelusuran rekam jejak calon anggota KPU kab/kota. Ini penting agar proses akhirnya tidak menjadi soal dan dianulir kemudian hari, “ kata Ana Rusli

Mantan komisioner KPU Provinsi Sulsel itu juga meminta timsel mengakomodir incumbent yang masih berkualitas baik.

Baca Juga  Tidak Punya Biaya, Balita Penderita Hydrochepalus Dirawat Seorang Nenek

Menurutnya, incumbent yang sedang seleksi dan umumnya baru saja menyelesaikan pemilihan kepala daerah setempat telah menunjukkan proses kerja dan kualitasnya. Dibeberapa daerah tidak ada riak-riak bahkan konflik horizontal .

“Kualitas pilkada tanpa konflik lahir dari kemampuan manajemen komisionernya dalam setiap tahapan. Ini modal mereka dalam seleksi KPU, “kata Ana.

Menurutnya, itulah ujian integritas dan proses kerja bagi incumbent yang ikut seleksi.

Khaereul Mannan, akademisi dan Presidium JaDI juga membenarkan bahwa kualitas demokrasi di Sulawesi Selatan lahir dari hasil seleksi KPU yang berkualitas, “KPU harus dihuni oleh anggota komisioner yang paham regulasi, punya pengalaman kepemiluan dan tidak berpolitik praktis. kita menyerahkan kepercayaan kpd timsel utk betul menyaring para calon sesuai kebutuhan KPU kedepan. “ kata Khaerul.

Baca Juga  Komisi I DPRD Jabar Pantau Kesiapan Pemilu 2019

Bisa dibayangkan jika , pada proses berjalan tahapan menuju pemilihan serentak, KPU masih sibuk dengan persoalan norma-norma aturan yang tafsirnya beda dengan prakteknya dan juga kasus-kasus gugatan oleh pihak-pihak yang dirugikan.

Sekedar diketahui, ada tujuh daerah yang sedang berlangsung seleksi KPU. Daerah tersebut adalah KPU kota Makassar, KPU Kota Parepare, KPU Kab Pinrang, KPU Kab Sidrap, KPU Wajo, KPU Kab Luwu dan KPU Kab Enrekang. ***(AR)

Bagaimana menurut Anda ?

komentar