• Selasa, 31 Januari 2023

Hasil Penelitian: ASO Dapat Berjalan Meski Tanpa STB Gratis

- Rabu, 24 Agustus 2022 | 14:59 WIB
Ekspose penelitian di KPID Jabar 2022
Ekspose penelitian di KPID Jabar 2022

Bandung, Cakrawala.co,-  Proses migrasi siaran televisi dari sistem analog ke digital atau yang dikenal dengan analog switch off (ASO) harus berjalan sebagaimana yang sudah ditetapkan, yakni pada 2 November 2022, meski tanpa pembagian STB sekalipun. STB (set top box) adalah alat penerima sinyal digital, yang harus dibagikan oleh pemegang MUX (multiplexing). Sebagian lainnya juga dibagikan oleh pemerintah. “Pemerintah harus konsisten untuk menegakkan kebijakan ASO yang secara nasional harus dimulai 2 November 2022 berdasaarkan UU Cipta Kerja nomor 11 Tahun 2022. Meski sebelumnya ada penundaan karena data penerima STB bermasalah, hal itu tidak menghalangi untuk tetap memberlakukan ASO,” kata Almadina Rakhmaniar, S.Psi, M.Ikom. Alma adalah salah seorang peneliti dari Universitas Pasundan, yang membeberkan hasil penelitiannya tentang Penguatan Lembaga Penyiaran TV Lokal di Jawa Barat  Pasca Analog Switch Off  (ASO) di aula KPID Jawa Barat  (24/8/2022). Selain penelitian dari Universitas Pasundan, juga diekspos penelitian dengan tema yang berbeda dari Universitas Padjajaran , Universitas Islam Bandung, Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon. Almadina menjelaskan lembaga penyiaran di Jawa Barat siap melakukan ASO. Bahkan masyarakat Jawa Barat merasa dirugikan dengan penundaan ASO tahap pertama pada 30 April yang lalu.  Selain karena sudah membayar sewa kanal ke pemegang MUX, ternyata siaran analog masih banyak digunakan, sehingga lembaga penyiaran lokal ini tidak dapat berpindah ke kanal tetap, salah satunya karena kanal tetap mereka sedang digunakan oleh Sistem Siaran Jaringan (SSJ) atau Pemegang Multiplexing yang masih menggunakan siaran analog. Kerugian akibat ketidaktegasan ASO ini dipertegas oleh Pimpinan Sumedang TV Asep Anang Supriatna. Ia mengatakan bahwa dampak ketidaktegasan ASO terjadi tubrukan frekuensi. Ia mencontohkan frekuensi UHF 47 ternyata dipakai pula oleh lembaga penyiaran lain. Menanggapi masalah ini, Ketua Asosiasi Televisi Siaran Digital Indonesia (ATSDI) Eris Munandar berharap KPID Jabar bisa meminta kepada pemerintah agar di Jawa Barat diberlakukan ASO tanpa pembagian STB, karena faktanya akan sangat sulit menunggu kesiapan data siapa yang berhak menerima STB gratis. “Biarlah masyarakat membeli STB sendiri toh harganya sangat murah sekitar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu, yang sudah banyak beredar di pasaran,” kata Eris Munandar. Sementara itu Komisioner KPID Jawa Barat Syaefurrahman Achmad Albanjary menggarisbahwahi bahwa ASO di Jawa Barat dapat diberlakukan tanpa menunggu pembagian STB. Sebagaimana ditegaskan Ketua KPID Jawa Barat Dr. Adiyana Slamet bahwa pemberlakuan ASO harus tegak lurus demi menjaga martabat negara. “Cobalah  cara pandang kita diubah dari ketergantungan pada pembagian STB ke kemauan masyarakat secara mandiri. Terlebih saat ini harga STB juga sangat terjangkau, tidak memberatkan warga dibanding dengan harga televisi itu sendiri,” katanya. “Kita dapat belajar dari kasus Sambo, ketika polisi mengubah cara pandang dari soal pelecehan seksual dan tembak menembak, ke fakta di lapangan. Toh akhirnya Polri mampu membuka apa sesungguhnya yang terjadi, penyidikan jadi lancar. Demikian juga dalam hal pelaksanaan ASO, saatnya pemikiran soal STB dapat ditinggal meski tetap harus dipenuhi sambil berjalan. Jadi kita harus mengikuti komando atau dirigen soal ASO ini pada negara, bukan dirigen lain yang boleh jadi ingin agar ASO ini gagal dengan berbagai alasan,” tambah Syaefurrahman. Ia menyebut langkah penggagalan itu misalnya menggoyang Undang-undang dengan mengajukan gugatan ke Mahkamah Agung. (*).

Editor: Dewan Redaksi

Tags

Terkini

Kenakalan Remaja, Ini Kata Kapolres Banjar

Senin, 30 Januari 2023 | 19:05 WIB

Milad Ke 16, KSPP Syariah Al Uswah Gelar Jalan Sehat

Minggu, 29 Januari 2023 | 15:58 WIB

BPBD Sumedang Bantah Cadas Pangeran Longsor Lagi

Minggu, 29 Januari 2023 | 15:12 WIB

GEA ITB Akan Dijadikan Rumah Nyaman Bagi Alumninya

Rabu, 25 Januari 2023 | 07:41 WIB

Tak Ada Hujan, Rumah di Banjar Hancur Tersambar Petir

Selasa, 24 Januari 2023 | 19:39 WIB
X