Think Before Posting

- Selasa, 30 November 2021 | 15:40 WIB

KABUPATEN CIANJUR JABAR CAKRAWALA.CO - Permasalahan di ruang digital di Indonesia mulai dirasakan saat netizen Indonesia dikatakan sebagai warga digital yang paling tidak sopan se-asia Tenggara. Seakan kita dihadapkan pada sebuah fenomena baru, adanya perbedaan antara dunia maya dan dunia nyata. Ketika masyarakat bersosialisasi di kehidupan sehari-hari, tidak akan berani untuk berkata kasar, mengucapkan ujaran kebencian hingga mampu merendahkan orang lain secara terang-terangan.

Gigin Gintani Putri, guru SMKN 2 Cimahi mengatakan, berbeda ketika sudah masuk dalam dunia digital seakan mereka bukan dirinya sendiri, bukan warga negara Indonesia yang ramah dan memiliki landasan Pancasila. Seakan mereka menjadi sosok yang bebas tanpa membawa latar belakang apapun. Maka dari itu, dengan mudahnya berbuat sesuka hati mereka di ruang digital.

Padahal kenyataannya ketika keluarga Indonesia berada di ruang digital mereka membawa nama diri mereka sendiri dan negaranya. Sebenarnya, urusan etika digital ini menjadi tanggung jawab siapa?

Gigi menjawab, tentunya para pengguna media digital, bertanggung jawab dalam memelihara kesantunan di ruang digital. Karena mayoritas para pengguna digital ini adalah generasi Z dan Alfa atau para anak muda. Sehingga ini menjadi tugas berat bagi para orangtua dan orang dewasa yang berada di sekeliling para anak muda itu untuk memberikan edukasi atau literasi digital bagi mereka.

Halaman:

Editor: Redaksi News

Terkini

Sedikitnya 495 Rumah di Garut Rusak Akibat Gempa Bumi

Jumat, 3 Februari 2023 | 13:50 WIB

Kenakalan Remaja, Ini Kata Kapolres Banjar

Senin, 30 Januari 2023 | 19:05 WIB
X