Sidang Praperadilan Pelanggaran Hak Cipta Kembali Digelar Dengan Agenda Pemeriksaan Bukti

- Selasa, 24 Januari 2023 | 17:23 WIB
Sidang Praperadilan yang diajukan SW, pemilik Palm Karaoke kembali digelar oleh Pengadilan Negeri ( PN ) Sleman, Selasa (24/1/2023) (Santoso)
Sidang Praperadilan yang diajukan SW, pemilik Palm Karaoke kembali digelar oleh Pengadilan Negeri ( PN ) Sleman, Selasa (24/1/2023) (Santoso)

YOGYAKARTA,CAKRAWALA.CO- Sidang Praperadilan yang diajukan SW, pemilik Palm Karaoke kembali digelar oleh Pengadilan Negeri ( PN ) Sleman, Selasa (24/1/2023). Adapun agenda sidang hari ini adalah pemeriksaan bukti dari pemohon dan termohon.

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Adhi Satrija Nugroho SH tersebut Polda DIY menyerahkan 115 berkas bukti kepada hakim. Bukti itu merupakan berkas-berkas mulai dari surat perintah penyelidikan, penyidikan hingga pemeriksaan saksi-saksi. Sementara pemohon menyerahkan sebanyak 25 berkas yang dijadikan bukti.

Seluruh bukti akan diungkap di depan hakim guna menunjukkan jika Polda DIY tak salah dalam melanjutkan proses penyidikan terhadap SW. Sebelumnya PT AS Industri Asirindo melaporkan palm cafe melanggar hak cipta. Heru Nurcahya SH Kuasa hukum Polda DIY, menegaskan pihaknya akan mengikuti seluruh tahapan dalam sidang gugatan praperadilan ini.

" Dalam proses penyidikan ini tidak ada yang kurang, semua kita maksimalkan dan diproses sesuai dengan hukum acara, kita lengkapi semua," ungkap Heru usai persidangan di PN Sleman.

Heru dengan tegas membantah jika proses hukum terhadap kasus ini di tingkat penyidikan lambat. Kasus tersebut sampai saat ini terus berjalan dengan tahapan pemeriksaan dan penyidik masih meminta keterangan saksi-saksi.

" Dalam memeriksa saksi ahli ini kan tidak setiap saat bisa dilakukan dan harus menyesuaikan waktunya. Hal ini berbeda dengan memeriksa tersangka. Tersangka bisa dipanggil sewaktu - waktu," ujarnya.

Baca Juga: Jadi Tersangka Pelanggaran Hak Cipta, Palms Karaoke Pra Peradilkan Polda DIY

Menurut Heru hal - hal yang membuat kasus ini tidak bisa cepat diantaranya adanya faktor mediasi kedua belah pihak. Dalam mediasi tentunya juga harus menyesuaikan, termasuk mencari waktu yang sesuai dengan mediator.

"Hingga saat ini kami terus mengupayakan untuk menyampaikan semua tahapan-tahapan dengan disertai bukti-bukti bahwa proses ini kami lakukan semua. Kami berupaya sebaik mungkin," imbuhnya..

Sidang akan dilanjutkan Rabu (25/1) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari pemohon. Kuasa hukum SW, Christina Wulandari SH saat dimintai keterangan tak memberikan banyak komentarnya.

Halaman:

Editor: Santoso.

Tags

Terkini

X