Pentingnya Sertipikat Tanah untuk Amankan Harta, Begini Cara Urus Sertipikat Tanah

- Sabtu, 3 Desember 2022 | 10:00 WIB
sertipikat tanah
sertipikat tanah


Kepahiang, Cakrawala.id - Memiliki sertipikat tanah tentu sangat penting, dengan begitu anda memiliki kejelasan status tanah. Kepemilikan sertifikat tidak sekedar terpeuhinya syarat administrative dan bukti formil saja. Namun sebagai jaminan kepastian hukum. 

Yang dimaksudkan dengan sertifikat adalah sebagai suatu surat tanda bukti hak yang berlaku sebagai alat pembuktian yang kuat mengenai data fisik dan data yuridis yang termuat di dalamnya, sepanjang data fisik dan data yuridis tersebut sesuai dengan data yang ada dalam surat ukur dan buku tanah yang bersangkutan.

Sayangnya, saat ini masih banyaknya masyarakat Indonesia yang menguasai lahan tetapi tidak memiliki bukti kepemilikan yang sah melalui kepemilikan sertipikat tanah.

Dilansir dari mediajustitia, Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala Badan Pertanahan Nasional mengatakan bahwa pada tahun 2019 masyarakat Indonesia yang memiliki sertipikat tanah hanya sekitar 40%. Untuk di awal tahun 2020, adanya peningkatan pendaftaran sertifikat tanah mencapai 11,24 juta pendaftar. Tentunya pendaftar sertipikat tanah mengalami kenaikan dari tahun-tahun sebelumnya. Namun, sebanyak 50% permasalahan tanah masih ditemukan di Indonesia.

Lantas bagaimana cara membuat sertipikat tanah secara mandiri?
Berdasarkan informasi dari laman ATR BPN Pemberian Hak Milik Perorangan, syarat yang dokumen untuk membuat sertifikat tanah hak milik adalah:

  1. Formulir permohonan yang sudah diisi dan ditandatangani pemohon atau kuasanya di atas meterai cukup;
  2. Surat kuasa apabila dikuasakan;
  3. Fotokopi identitas pemohon/pemegang dan penerima hak (KTP, KK) serta kuasa apabila dikuasakan, yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket;
  4. Bukti asli perolehan tanah atau alas hak;
  5. Surat-surat bukti asli pelepasan hak dan pelunasan tanah dan rumah (Rumah Gol III) atau rumah yang dibeli dari pemerintah;
  6. Fotokopi SPPT PBB tahun berjalan yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket, penyerahan bukti SSB (BPHTB) dan bukti bayar uang pemasukan (pada saat pendaftaran hak);
  7. Fotokopi SPPT dan PBB tahun berjalan yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket, penyerahan bukti SSB (BPHTB) dan bukti bayang uang pemasukan (pada saat pendaftaran hak).

Setelah dokumen persyaratan sudah siap, langkah selanjutnya adalah mengikuti tahapan mengurus sertifikat tanah. Berikut tahapan-tahapannya:


1. Mengunjungi Kantor BPN
Setelah berada di kantor BPN, berikut langkah-langkahnya:

  • Kunjungi loket pelayanan sertifikat tanah
  • Ambil formulir pendaftaran dan lakukan verifikasi dokumen
  • Anda akan mendapatkan map
  • Buatlah janji dengan petugas untuk mengukur tanah
  • Anda juga akan mendapatkan Surat Tanda Terima Dokumen (STT) dan Surat Perintah Setor (SPS) yang selanjutnya harus dibayarkan. Biaya pendaftaran yang harus dikeluarkan sekitar Rp 50.000.

2. Pengukuran Lokasi
Pengukuran ini dilakukan setelah berkas permohonan lengkap dan pemohon menerima tanda terima dokumen dari kantor pertanahan. Pengukuran dilakukan oleh petugas dengan ditunjukkan batas-batas oleh pemohon atau kuasanya.

3. Penerbitan Sertipikat Tanah Hak Milik
Setelah pengukuran tanah, anda akan mendapatkan data Surat Ukur Tanah. Serahkan surat tersebut untuk melengkapi dokumen yang telah ada. Setelah itu, anda hanya tinggal menunggu dikeluarkannya surat keputusan.

4. Pembayaran Bea Perolehan Hak atas Tanah (BPHTB)
Anda akan dibebankan Bea Perolehan Hak Atas Tanah (BPHTB) sembari menunggu sertipikat tanah terbit.

Halaman:

Editor: Sittaresmi Bengkulu

Sumber: Kompas, Mediaindonesia.com, Hukumonline, neliti.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Modus Ingin Membeli, Residivis Bawa Kabur Motor

Jumat, 27 Januari 2023 | 08:49 WIB
X