• Selasa, 31 Januari 2023

Catatan Kriminal: Polisi-polisi Ini Divonis Mati Karena Narkoba

- Sabtu, 15 Oktober 2022 | 16:18 WIB
Persidangan kasus polisi divonis mati di PN Tanjungbalai 10/2/2022 (Dok INews TV)
Persidangan kasus polisi divonis mati di PN Tanjungbalai 10/2/2022 (Dok INews TV)

Pekan ini beredar seorang polisi berpangkat jenderal bintang dua terlibat kasus narkoba jenis Sabu. Dilaporkan juga bahwa polisi itu yang mengendalikan penjualan sabu dari pengungkapan di Sumatera Barat kepada pebisnis hiburan di Jakarta.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit sudah memerintahkan kepada Polda Metro Jaya untuk melakukan pemeriksaan kepada para tersangka. Dalam kasus ini Irjen Polisi Teddy Minahasa dilaporkan melalui anak buahnya mengendalikan penjualan barang bukti sabu seberat 2 kg dari 5 kilogram yang diambil dari barang bukti yang kemudian diganti tawas.

Menurut Kompolnas, seperti dikemukakan Komisioner Wahyurudhanto, sebenarnya Presiden Jokowi marah besar terhadap terkuaknya kasus ini. Makanya Kapolri langsung dipanggil Presiden beserta seluruh Kapolres, Kapolda dan Pejabat Utama Polri, ke istana negara.

Sejumlah arahan disampaikan. Selanjutnya Kapolri bertindak dan bertekad tidak pandang bulu kepada polisi pangkat apapun yang bakal menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Apapun pangkatnya, baik tinggi maupun rendah, akan dibereskan.

Tekad Kapolri ini juga sekaligus sebagai usaha bersih-bersih dari dalam. Masih banyak polisi baik di sana, sehingga kalau hanya satu atau dua atau tiga polisi brengsek, musti disingkirkan.

Menurut catatan Cakrawala.co, selama ini sudah banyak kasus narkoba yang melibatkan oknum polisi sebagai pelakunya. Banyak pula yang ditindak.

Dalam catatan terakhir, tiga orang polisi dari Polres Tanjungbalai Sumatera Utara dijatuhi vonis mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai pada 10 Februari 2022.

Ketiganya adalah Wariono, Tuharno, dan Agung Sugiarto. Ketiganya dinyatakan terbukti bersalah menjual barang bukti narkotika jenis sabu kepada pengedar dengan kesepakatan Rp1 miliar.

Dalam persidangan, majelis hakim juga menjatuhkan pidana mati terhadap dua terdakwa lainnya yakni Hasanul Arifin dan Supandi yang merupakan anak buah kapal pembawa sabu. Keduanya dinyatakan terbukti bersalah melanggar dakwaan Primair Pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Halaman:

Editor: Syaefurrahman Albanjary

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Modus Ingin Membeli, Residivis Bawa Kabur Motor

Jumat, 27 Januari 2023 | 08:49 WIB
X