• Sabtu, 26 November 2022

ICPW Minta Kapolri Ambil Tindakan Tegas Terhadap Statement Alvin Lim

- Kamis, 29 September 2022 | 14:55 WIB

JAKARTA, Cakrawala.co,- Indonesian Civilian Police Watch (ICPW) menyebut Alvin Lim diduga telah menjelek- jelekan institusi penegak hukum seperti kejagung sebagai sarang mafia, dan juga menghina institusi Mabes Polri melalui tulisan atau video yang beredar di media sosial. Untuk itu, ICPW minta Kapolri Mengambil tindakan tegas terhadap Statemen Alvin Lim tersebut. "Iya, Kapolri harus menindak tegas Alvin Lim atas ucapannya yang menjelek- jelekan institusi penegak hukum," ucap Ketua Presidium ICPW Bambang Suranto, kamis (29/9). Menurut Bambang, perkataan Alvin Lim yang menjelek- jelekan Polisi tidaklah pantas. Kalau mau kritik tidaklah mesti dengan caci-maki. Sama halnya ketika menegakkan hukum, tidak harus dengan melanggar hukum. Apalagi, Polisi tidak anti terhadap kritik. "Saya yakin Polri dan Kejaksaan tidak anti terhadap kritik kok," katanya. Masyarakat juga kata Bambang, banyak yang mendukung agar Alvin lim ditindak, terlihat dengan banyaknya karangan bunga yang terpajang di kantor kejagung. Bambang menyebut, kalau Berdasarkan info dari narasumber yang datang ke ICPW serta bukti bukti yg didapat dari Narasumber tersebut bisa dikatakan kalau Alvin Lim adalah maling teriak maling. "Mungkin itulah pepatah yang cocok bagi Alvin Lim yang meneriaki mafia tetapi ia sendiri merupakan gembong mafia," kata Bambang. Menurut Bambang, Alvin Lim adalah pengacara yang lagi hangat di perbincangkan setelah ia mengatakan kejagung sebagai sarang mafia, namun di balik itu semua fakta lain sosok dirinya sebagai gembong mafia sesungguhnya. Kalau berdasarkan informasi yang didapat dari sumber yang mengadu ke ICPW, Bambang Suranto mengatakan, Alvin Lim sosok pengacara yang memiliki rekam jejak yang buruk dengan beberapa kasus yang ia miliki sejak tahun 2009 hingga saat ini sebagai mafia asuransi. “Alvin lim pernah ditetapkan menjadi tersangka pada tahun 2009 akibat kasus penculikan anak dari mantan istrinya, lalu selanjutnya ia terseret kasus claim asuransi allianz palsu,” ungkapnya. Ia menambahkan alvin sering memberikan perlakuan kasar terhadap mantan istrinya serta sempat menyuruh preman bayaran untuk menculik anak dari tangan istrinya, selanjutnya lebih tragis disaat orang tua Alvin disembunyikan di kontrakan sampai tutup usia, namun alvin sibuk untuk mengurus claim asuransi untuk kepentingan dirinya. “Alvin lim sebagai mafia asuransi sempat mengatakan institusi polri dalam chanel youtube nya sebagai tempat sampah, namun fakta lain dirinya sempat memeras dari 1M sampai 10M dari client yang ia tanganin,” jelas dia. Selanjutnya kata Bambang, Alvin sempat menipu teman-temannya investasi asuransi jiwa dengan harga 60 juta dirinya menyuruh orang dengan membeli investasi jiwa di Singapura. “Menurut laporan memberikan alesan tiap beberapa bulan ada yang meninggal, dengan begitu Alvin menipu teman-temannya dengan menawarkan investasi asuransi jiwa sebesar 60 juta bisa mendapatkan 500 juta, namun sampai saat ini tidak ada yang pernah dapet dari investasi tersebut,” ujar Bambang. Selanjutnya ia membeberkan alvin lim terkait kasus dengan Natali Rusli, dengan memutar balikan fakta. “Kesan dari kasus tersebut adalah client Alvin Lim main belakang dengan natali rusli namun fakta sebenarnya itu semua sudah di seting oleh Alvin Lim dengan meminta akses kepada natali rusli namun hasilnya tidak sesuai yang di harapkan dari pengacara tersebut, sehingga ia menyerang Natali dan pejabat, sempat memeras pejabat tersebut sebesar 500 juta,” jelasnya. Selanjutnya dalam kasus tersebut ia menyebarkan di akun youtubenya menyebut Natali menerima sogokan 500 juta namun fakta sebenarnya Alvin Lim yang meyeting kasus tersebut. “Fakta sebenarnya alvin lim dan natali hanya terima uang dan 3 orang mendapatkan tiket pesawat untuk ke surabaya, tapi otaknya kotor ia menyebarkan vidio bohong dengan mengatakan Natali terima uang 500 juta, namun sesunguhnya dirinya menduduk sebelahkan Natali ia yang menyeting kasus, niat  pengacara tersebut jahat membuat vidio tersebut sebagai senjata untuk menekan pejabat tersebut,” ujarnya Berikutnya bambang mengatakan mana mungkin amplop setipis itu berisi 500 juta, ia memutar balikan fakta agar masyarakat percaya, fakta selanjutnya natali yang mengurus jenazah ibunya dirumah duka,sedangkan Alvin sibuk untuk mengurus surat mengclaim asuransi jiwa dari orang tuanya. “Claim asuransi jiwa di tolak oleh pihak asuransi karena nama alvin lim sudah di blacklist sebagai ahli waris asuransi singapur. Natali itu partner Alvin Lim dimana ada Natali disitu terdapat Alvin Lim,” ucapnya. Bambang selanjutnya menceritakan tentang saat Alvin Lim datang ke Bareskrim Mabes Polri terkait kasus penipuan robot trading,namun di balik itu semua terdapat fakta yang tersembunyi. “Kedatangan Alvin ke Bareskrim dan tersebar vidionya memaki Polisi beredar,seolah pengacara tersebut sebagai pahlawan, namun sebelum itu Alvin sudah mengetahui bahwa putusannya akan di tolak mangkanya dia buat dan sebar vidio tersebut agar masyarakat menilai bahwa dia pengacara yang berani,” ungkapnya. Bambang menambahkan advokat yang mengaku sebagai lulusan master asal amerika sebenarnya apabila di tolak laporan polisi tersebut, seharusnya masih banyak cara bukan teriak-teriak seperti orang pasar. “Seharusnya Advokat seperti itu bisa di adukan ke  Dewan etik asosiasi Advokat biar di cabut KTAnya, Alvin memang seorang mafia dia membuat asosiasi Advokat nya sendiri, ia menyuruh ade nya yang masih kuliah hukum untuk menjadi Ketua Asosiasi Advokat,” ujarnya. IPCW menambahkan konten Alvin Lim yang mengatakan Indonesia sebagai negara kebohongan, namun sebenarnya Alvin adalah seorang mafia yang banyak permainan yang harus di bongkar, agar masyarakat tau sosok dia sebenarnya. "Apa yang sudah alvin lim katakan di beberapa video youtubenya ini sudah merupakan ajakan dan hasutan serta berita bohong dan melakukan ujaran kebencian," ungkap dia.(Novi Zakaria)

Editor: Dewan Redaksi

Tags

Terkini

X