• Rabu, 30 November 2022

BNNK Lakukan Tes Urine Anggota DPRD Cianjur, Sebagian Tak Hadir

- Selasa, 7 November 2017 | 12:23 WIB
BADAN Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cianjur menggelar tes urine terhadap anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cianjur, Selasa (7/11/2017) pagi. Kegiatan tes urine yang dilakukan terhadap para wakil rakyat itu digelar berbarengan dengan pelaksanaan rapat paripurna pembahasan rancangan APBD 2018. Hingga pukul 11.00 WIB, Dari 50 anggota dewan, hanya 30 wakil rakyat yang mengikuti kegiatan tes urine yang digelar untuk kesekian kalinya itu. Kepala BNNK Cianjur, Dr Basuki ketika ditanya wartawan Kepala BNNK Cianjur, Dr Basuki, mengatakan, ‎tes urine tersebut merupakan program rutin. Bahkan sebelumnya di lingkungan eksekutif pun sudah dilakukan terlebih dulu. "Kegiatan ini (tes urine, red) penting dilakukan untuk memastikan seluruh pejabat pemerintah dan legislatif di Kabupaten Cianjur bersih dari narkoba," kata Basuki, kepada wartawan, disela-sela kegiatan, Selasa (7/11/2017). Selain itu, jelas Basuki, untuk legislatif kegaitan tersebut memiliki fungsi legislasi yang diharapkan nantinya bisa mendukung pemberantasan narkoba. ‎Menurutnya, hasil tes urine tersebutakan diserahkan kepada pimpinan dewan. Namun jika kewenangan publikasi diserahkan ke BNNK Cianjur, pihaknya yang akan mengemukakan hasilnya. "Itu nanti kebijakannya di pimpinan dewan. Tapi kalau data dari 2014, belum ada yang ditemukanpositif narkoba," ucapnya. Wakil Ketua DPRD Cianjur, Susi Susilawati mengisi daftar hadir Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Yadi Mulyadi, mengatakan, ‎tes urine tersebut dinilai bagus dan selaras dengan instruksi Mendagri, dimana harus memerangi musuh negara, di antaranya narkoba dan korupsi. "‎Kami di dewan juga mendukung pemberantasan narkoba, makanya dilakukan tes urine ini," ungkap Yadi. Yadi mengatakan, anggota dewan yang‎ tidak ikut tes urine tersebut, diarahkan untuk menyusul atau mendatangi Kantor BNNK Cianjur untuk menjalani tes. "Seperti biasanya, yang tidak bisa hadir di hari pelaksanaan, bakal menyusul," ucapnya. Ditanya sanksi apa yang dikenakan bagi anggota dewan yang terbukti positif, Yadi belum mau berkomentar banyak. "Kan positif itu belum tentu narkoba, bisa karena obat yang dikonsumsi karena sakit. Tapi kalau positif narkoba, lihat saja nanti bagaimana sanksinya," pungkas Yadi.(ang/d_hen)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Jejak Ismail Bolong Masih Gelap

Selasa, 29 November 2022 | 11:50 WIB
X