Home PENDIDIKAN Gubernur Jawa Tengah Merespon ADHA Di Solo Yang Di Tolak Sekolah

Gubernur Jawa Tengah Merespon ADHA Di Solo Yang Di Tolak Sekolah

0
SHARE
Gubernur Jawa Tengah Merespon ADHA Di Solo Yang Di Tolak Sekolah - image Snapshot-85-640x360 on https://www.cakrawala.co
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar pranowo, saat berkunjung ke solo jawa tengah(14/02/19),foto AGb

SOLO JATENG CAKRAWALA.CO,-Soal 14 siswa sekolah dasar(sd) di solo,jateng,yang terindikasi mengidap HIV/AIDS,terpaksa dikeluarkan dari sekolah atas desakan wali murid lainnya,kasus tersebut,mendapat perhatian gubernur jateng ganjar pranowo,ganjar pun memberi solusi, agar orang tua siswa yang menolak dikumpulkan dan diberi edukasi tentang penyakit tersebut.

kasus penolakan belasan anak dengan HIV/AIDS (ADHA)tersebut berawal dari regrouping,atau penggabungan dua sekolah dasar, yang salah satunya, merupakan sekolah,14 siswa pengidap h-i-v aids,mereka mendapat penolakan dari sejumlah wali siswa lain, karena ditakutkan dapat menularkan h-i-v aids.para wali murid yang keberatan, bahkan membuat surat pernyataan yang telah disetujui komite dan kepala sekolah untuk mengeluarkan ke-14 siswa tersebut.

Baca Juga  Jelang HUT TNI Ke 72, Kodim Solo Bagikan Bantuan Kelengkapan Rumah Ibadah

Kasus tersebut mendapat perhatian gubernur jateng ganjar pranowo,saat mengunjungi solo,jateng( 14/02/19) Ganjar menyampaikan,agar orang tua siswa yang anaknya ditolak dan dilarang masuk sekolah untuk segera bertemu langsung dengan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo.
“Saya sarankan bertemu Wali Kota pasti tidak akan ditolak. Nanti pasti akan diarahkan untuk solusinya. Karena sekolah dasar merupakan kewenangan daerah,” ujar Ganjar, Kamis (14/2/2019). Dia juga coba memberikan penjelasan kepada orang tua siswa yang menolak agar dikumpulkan, diberi penjelasan dan edukasi tentang penyakit HIV/AIDS serta bagaimana cara penularannya.

Baca Juga  Ketua Kenadziran Kesultan Banten Ajak seluruh Warga Sukseskan Revitalisasi Wilayah Kesultanan

Bisa jadi penolakan orang tua siswa atas kehadiran anak yang diduga terkena HIV/AIDS karena mereka banyak yang tidak mengetahui sehingga perlu ada penjelasan lebih lanjut.

Menurutnya, janganlah karena keterbatasan pengetahuan masyarakat tentang penyakit HIV/AIDS, maka terjadilah penolakan kuat dari masyarakat terhadap penderitanya untuk mendapat pendidikan.
“Coba diajak rembugan (sosialisasi) soal apa itu HIV dan AIDS serta cara penularannya, termasuk bagaimana cara berkomunikasi dengan mereka. Mereka tidak butuh di-eksplore, hanya butuh ditemani dan diajarin,” ujar Ganjar.AGb

Bagaimana menurut Anda ?

komentar