Home SENI & HIBURAN BUDAYA Fory Naway: Kain Sulaman Karawo Sebagai Ikon Daerah

Fory Naway: Kain Sulaman Karawo Sebagai Ikon Daerah

0
SHARE

GORONTALO CAKRAWALA.CO,- Ketua Dekranasda Kabupaten Gorontalo, Fory Naway menyampaikan agar pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota di gorontalo, untuk terus mempromosikan kain sulaman karawo. Hal tersebut untuk mendorong agar kain sulaman karawo tersebut bisa dikenal dunia dan diminati oleh banyak orang.

Ia menjelaskan bahwa, promosi kain sulaman karawo sudah beberapa kali di promosikan di tingkat nasional bahkan internasional.

“Namun memang, peminat dari yang kain sulaman karawo tersebut masih kurang. Karena terkendala dengan proses pemasaran dan kualitasnya,” ujar Fory ditemui usai kegiatan dialog bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Pusat Mufidah Jusuf Kalla bertempat di Kantor BI Gorontalo, Kamis (11/4/).

Baca Juga  Milan Amrullah: Sandiaga Uno Dikagumi Kaum Melenial

Fory berharap salah satu strategi untuk mempromosikan kain sulaman karawo adalah diberikan secara gratis, ketika pada event-event besar.

“Minimal pada event besar tersebut, dipakai oleh ibu-ibu kabinet kementerian. Sehingga secara otomatis mereka mempromosikan kain sulaman karawo kita,” kata Fory.

Selain itu, ia juga meminta, pemerintah provinsi maupun daerah harus menentukan hari pemakaian kain sulaman karawo. Agar kain tersebut dikenal secara luas oleh masyarakat provinsi gorontalo.

Sementara Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Pusat Mufidah Jusuf Kalla mengatakan bahwa, produk-produk industri kerajinan bersaing tidak saja pada skala nasional tapi juga internasional.

Baca Juga  Rusli Habibie Diangkat Jadi Jubir Jokowi-Ma'ruf Wilayah Indonesia Timur

“Industri kerajinan kria contohnya, merupakan substektor dari ekonomi kreatif. Berkembang di seluruh tanah air dari skala mikro dan menengah,” ujarnya.

Menurut istri Wakil presiden Jusuf Kalah tersebut, Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah selalu melakukan inovasi dan diversifikasi produk.

“Sehingga inovasi dan pemanfaatan teknologi perlu ditingkatkan. Namun tetap mempertahankan identitas tradisional agar nuansa warisan budaya tetap harmonis dengan kekinian,” tuturnya.****

Bagaimana menurut Anda ?

komentar