Pemuda Desa di Bantul Sulap Sampah Plastik Menjadi Kerajinan Bernilai Jual Tinggi

- Senin, 14 November 2022 | 21:09 WIB
Dikko Andre Kurniawan mengenakan Topi dari limbah sampah Plastik karyanya (Santosa)
Dikko Andre Kurniawan mengenakan Topi dari limbah sampah Plastik karyanya (Santosa)

YOGYAKARTA,CAKRAWALA.CO- Kreatif dan inovatif serta inspiratif, itulah kata - kata yang pas bagi Dikko Andre Kurniawan (26) yang membuat inovasi bisnis pemanfaatan sampah plastic menjadi produk daur ulang yang bernilai jual tinggi. Usaha yang dirintis alumni Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di pertengahan pandemi lalu terbilang sukses.

Andre memanfaatkan berbagai sampah tas kresek maupun pembungkus lainnya yang selama ini hanya dibuang diubah menjadi kain anyaman atau tenun yang kemudian dipadukan dengan bahan lainnya menjadi tas, topi, dompet, maupun peralatan dekorasi lainnya.

“Sejak SMA saya sudah menaruh perhatian pada pelestarian lingkungan. Berawal dari menanam pohon, kegelisahan saya pada keberlangsungan lingkungan berlanjut pada bagaimana upaya maupun pemanfaatan limbah sampah yang dibuang masyarakat,” katanya.

Adapun proses pembuatannya cukup sederhana namun butuh ketelitian dan kesabaran. Berbagai macam sampah tas kresek plastic yang didapatkan dari berbagai bank sampah di desanya setelah dibersihkan lalu dipotong memanjang dengan lebar kurang lebih 1 Cm.

Dengan alat tenun bukan mesin (ATBM) yang diciptakan selama dua bulan pada 2020, Andre kemudian menjadikan potongan ini sebagai pengganti benang untuk kemudian ditenun menjadi lembaran atau anyaman kain plastic.

“Untuk lembar kain tenunan satu meter persegi, rata-rata dibutuhkan sebanyak 30-35 plastik kresek. Dari sinilah kemudian kain ini dikombinasikan dengan berbagai bahan lain untuk dijadikan macam-macam produk,” ungkapnya.

Baca Juga: Sistem Penjurian Lomba Online Spelo Diluncurkan Artphotp dan FSMR ISI Yogyakarta


Melalui pemasaran online dan langsung di berbagai pameran, Andre mengatakan setiap produk yang dihasilkan oleh ‘Sawo Kecik’ ini diberi harga mulai dari Rp15.000 sampai Rp100.000,-.

Secara pribadi, Andre mengaku puas hasrat untuk melestarikan lingkungan tersalurkan dalam bentuk kegiatan ekonomi. Selain berkontribusi pada penyelamatan lingkungan, dirinya juga bangga karena mampu memberi pekerjaan pada warga sekitar rumahnya.

“ Saya selalu menanamkan kepada warga sekitar yang bersama saya mengolah limbah sampah menjadi kerajinan ini, bahwa sampah bisa membawa berkah jika kita pintar mengolah," pungkas Andre. ( Sants )

Editor: Santoso.

Tags

Terkini

Daging Kuda Rendah Kolesterol dan Ini Manfaatnya

Senin, 9 Januari 2023 | 11:35 WIB

Ribuan Warga Thoriqoh Tasyakuran Tahun Baru Hijriah

Senin, 23 September 2019 | 23:30 WIB
X