• Jumat, 2 Desember 2022

Pabrik Pengolahan Sawit Tutup, Sepi Tidak Ada Aktifitas

- Sabtu, 22 Juli 2017 | 15:06 WIB

LAMANDAU KALTENG CAKRAWALA.CO ,- Dua pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (PKS) di Desa Kujan, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, yakni milik PT. Khatulistiwa Sinergi Omnidaya (KSO) dan PT. Sumber Adinusa Lestari (SAL) hingga kini masih disegel dengan Garis Polisi (Police line) oleh pihak Polda Kalteng, sejak Jumat (21/7/2017)kemarin.

Pabrik yang didemo warga karena menyebarkan bau limbah menyengat langsung ditutup Polda Kalteng untuk proses penyelidikan terkait keberatan warga masyarakat terutama akibat limbah yang ditimbulkan.

Berdasarkan pantauan cakrawala.co di lokasi pabrik dimana PT. SAL sudah tidak tampak lagi ada aktivitas seperti biasanya disaat pabrik masih beroperasi. Cerobong asap yang biasa mengepulkan asap hitam pekat kini tak lagi mengepul, termasuk proses bongkar muat Tandan Buah Segar (TBS) sawit-pun tidak terllihat lagi. Pintu  gerbang masuk ke area pabrik PT. SAL tampak tertutup rapat.

Saat  cakrawala.co  dan sejumlah awak media lainnya hendak masuk dan mencoba meminta izin untuk melihat dan mengambil gambar di area mesin penggilingan pabrik yang kabarnya telah dipasang garis polisi oleh aparat polda Kalteng, pihak kemanan  pabrik PT. SAL tidak mengizinkannya  untuk masuk kedalam pabrik.

"Maaf pak, pimpinan dari atas tidak memperbolehkan ada yang masuk, intruksinya seperti itu," Kata security yang enggan disebutkan namanya, saat berbincang di Pos Pengamanan pintu masuk pabrik PT SAL.

Namun demikian, petugas tersebut membenarkan bahwa pada hari Kamis (22/7/2017)sore, telah ada rombongan polisi dari Polda Kalteng datang ke lokasi pabrik dan melakukan penyegelan.

"Dan sejak itu pabrik memang tidak beroperasi, tapi mohon maaf lebih jauhnya saya tidak berhak menyampaikan apapun, kamipun tidak tahu apa-apa," terangnya lagi.

Sementara itu, jika di hari-hari sebelumnya, lokasi pintu masuk pabrik inipun cukup ramai dengan segenap aktivitasnya sehingga tak sedikit kendaraan bermuatan TBS yang mengantre untuk masuk menjual TBS, mulai Sabtu (22/7/2017)pagi hingga sore hari, aktivitas itu tak terlihat lagi. Lokasi yang biasanya padatpun tampak lengang.

Kapolres Lamandau, AKBP Andika Kelana Wiratama, saat dikonfrmasi membenarkan bahwa kedua pabrik yakni PT SAL dan PT KSO telah resmi di police line (segel) Kepolisian Daerah  Kalimantan Tengah.

"Ya, kondisinya saat ini kedua PKS itu di police line oleh Polda, tepatnya dari bagian Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Kalteng," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Ribuan Warga Thoriqoh Tasyakuran Tahun Baru Hijriah

Senin, 23 September 2019 | 23:30 WIB

Ketua KPU Boltim Konser Musikalisasi Puisi Demokrasi

Selasa, 17 September 2019 | 12:26 WIB

Masyarakat Anti Korupsi Madiun gelar aksi Tolak RUU KPK

Sabtu, 14 September 2019 | 18:40 WIB

Do'akan Habibie, PT INKA Gelar Sholat Gaib

Kamis, 12 September 2019 | 19:27 WIB

Ekspor 40 Ton Pakan Ternak ke Timor Leste

Kamis, 12 September 2019 | 18:46 WIB

Biduanita Dangdut Legendaris Ida Laila Tutup Usia

Kamis, 12 September 2019 | 16:25 WIB
X