• Jumat, 9 Desember 2022

Pergudangan SIRIE Dilaporkan ke DPUPR, Karena Sering Akibatkan Banjir.

- Jumat, 7 Juli 2017 | 08:15 WIB

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO  - Pemilik Sidoarjo Rangkah Industrial Estate (SIRIE) di Jalan Lingkar Timur (JLT) Desa Rangkah Kidul Kecamatan Sidoarjo, layak disebut sebagai pengembang nakal. Pasalnya, perusahaan yang bergerak di bidang industri dan pergudangan itu ditengarai telah menguruk sebidang lahan yang berada di sisi timurnya. Padahal, lahan itu sebelumnya adalah sebuah saluran.

Selain dituding melanggar, ulah ini juga merugikan warga sekitar. Khusunya, pengelola kompleks pergudangan Safe n Lock, yang berlokasi tepat di sebelahnya. “Kami merasa dirugikan oleh PT SIRIE. Karena setelah saluran itu diuruk, perusahaan kami selalu kebanjiran kalau habis turun hujan,” kata General Manager (GM) Safe n Lock, Richard Lumenta dikonfirmasi via ponsel.

Richard menjelaskan, pengurukan saluran itu dilakukan SIRIE pada tahun lalu. Saat itu, ia bahkan mengaku langsung mengadu ke Dinas PU Pengairan Sidoarjo yang waktu itu masih berdiri sendiri. “Tapi pengaduan saya terkesan tak terlalu direspon. Lalu setelah Dinas PU Pengairan digabung (menjadi Dinas PU dan Perumahan Rakyat-DPUPR, Red), beberapa waktu lalu saya mengadu lagi ke Pak Sigit Setyawan, Kepala DPUPR Sidoarjo,” bebernya.

Masih dijelaskan Richard, pengaduannya kali ini memang mendapat respon cukup baik. Namun dari penanganan yang dilakukan dinas, ia ternyata mendapat informasi yang dirasanya cukup mengejutkan. Yakni, lahan saluran yang diuruk ternyata sudah bersertifikat. “Saya dapat informasi dari orang dinas, katanya lahan yang diuruk itu sudah bersertifikat. Kok bisa, saluran bisa keluar sertifikat?” tandasnya penuh tanya.

Sehingga dalam konfirmasi itu, Richard berharap pihak-pihak terkait untuk meluruskan masalah tersebut. Sebab, ulah SIRIE bukan hanya membuat pihaknya merasa dirugikan. Menurutnya, tindak pengurukan saluran itu juga merupakan sebuah pelanggaran hukum yang cukup fatal, yang berpotensi merugikan negara.

Terpisah,  salah satu staf bidang pengairan DPUPR Sidoarjo H Bambang Miarso MT mengaku menerima pengaduan terkait persoalan tersebut. Saat ini, pihaknya bahkan sudah menggelar beberapa pertemuan dengan beberapa pihak terkait untuk menyelesaikan masalah itu. “Kita sudah menggelar rapat sebanyak dua kali bersama beberapa pihak. Termasuk dengan BPN Sidoarjo,” jelasnya.

Dalam konfirmasi itu, mantan Kepala Bidang Bina Manfaat Dinas PU Pengairan (Kabid Bima DPU Pengairan) Sidoarjo tersebut mengatakan, pelibatan pihak BPN Sidoarjo dalam rapat memang terkait keluarnya sertifikat atas saluran yang diuruk SIRIE. “Kita sendiri juga kaget, kok bisa BPN mengeluarkan sertifikat untuk lahan saluran. Saat ini kita masih intens melakukan rapat untuk menyelesaikan masalah itu,” paparnya. (rizal)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Ribuan Warga Thoriqoh Tasyakuran Tahun Baru Hijriah

Senin, 23 September 2019 | 23:30 WIB

Ketua KPU Boltim Konser Musikalisasi Puisi Demokrasi

Selasa, 17 September 2019 | 12:26 WIB

Masyarakat Anti Korupsi Madiun gelar aksi Tolak RUU KPK

Sabtu, 14 September 2019 | 18:40 WIB

Do'akan Habibie, PT INKA Gelar Sholat Gaib

Kamis, 12 September 2019 | 19:27 WIB

Ekspor 40 Ton Pakan Ternak ke Timor Leste

Kamis, 12 September 2019 | 18:46 WIB

Biduanita Dangdut Legendaris Ida Laila Tutup Usia

Kamis, 12 September 2019 | 16:25 WIB
X