• Minggu, 29 Januari 2023

Produksi MHP Harita Nikel Turut Mendukung Percepatan Transisi Energi

- Selasa, 15 November 2022 | 12:21 WIB
Pabrik peleburan nikel milik Harita Group di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara (Sumber foto: dok Cakrawala.co)
Pabrik peleburan nikel milik Harita Group di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara (Sumber foto: dok Cakrawala.co)

 

CAKRAWALA.CO-Selain membahas beberapa isu Global, KTT G20 di Bali membahas satu tema besar lainnya yakni transisi ke energi terbarukan dalam merespons tantangan zaman dan peluang bisnis di sektor energi baru dan terbarukan beterai kendaraan listrik.

Beberapa perusahaan tambang nikel di Indonesia mulai menjalankan peluang bisnis energi terbarukan di sektor pertambangan dengan pengolahan dan pemurnian (smelter) nikel menjadi produk hilir sampai stainless steel hingga pabrik baterai kendaraan listrik (Electric Vehicle/ EV) salah satunya PT Harita Group di Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Melalui satu unit bisnisnya, Harita Group tengah menjalankan peluang bisnis betrai kendaraan listrik melalui PT Halmahera Persada Lygend atau (HPL).

HPL mengambil peran menjadi perusahaan pionir pertama di Indonesia dalam memproduksi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) atau bahan baku utama baterai kendaraan listrik.

Sebagai produsen MHP perusahaan itu turut mendukung penanggulangan penurunan emisi kendaraan berbahan bakar fosil demi mencapai netralitas karbon di tahun 2060.

Beroperasi pada pertengahan tahun 2021 di Pulau Obi, PT HPL memiliki kapasitas produksi mencapai 365 ribu WMT/per tahun.

Dengan kapasitas produksi sebesar itu unit bisnis Harita tersebut mampu memenuhi kebutuhan 1,5 juta baterai kendaraan listrik pada tahun 2022 dan lebih dari 3 juta kendaraan pada tahun 2040 mendatang.

Head of External Relations Harita Nickel, Stevi Thomas belum lama ini menyatakan, pihaknya berhasil memproduksi MHP dengan memanfaatkan nikel limonit melalui teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL).

Halaman:

Editor: Ifan Gusti

Tags

Terkini

Indonesia Tidak Akan Terdampak Resesi Ekonomi

Rabu, 18 Januari 2023 | 08:23 WIB
X