Fakultas Kedokteran UNS Jadi Tuan Rumah Forum Dekan AIPKI

- Jumat, 27 Januari 2023 | 13:00 WIB
Ketua AIPKI yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair), Prof. Dr. Budi Santoso, dr. SpOG (Kiri), bersama Dekan Fakultas Kedokteran UNS, Prof. Dr. Reviono, saat Jumpa Pers dengan wartawan di Auditorium FK UNS.Jumat (27/1/2023). (Ist.)
Ketua AIPKI yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair), Prof. Dr. Budi Santoso, dr. SpOG (Kiri), bersama Dekan Fakultas Kedokteran UNS, Prof. Dr. Reviono, saat Jumpa Pers dengan wartawan di Auditorium FK UNS.Jumat (27/1/2023). (Ist.)

Solo Cakrawala.Co,-Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menjadi tuan rumah Pertemuan Forum Dekan Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI). Kegiatan yang diikuti oleh 92 FK di Indonesia ini akan berlangsung selama tiga hari pada Jumat, hingga Minggu (27- 29/1/2023).

 

 

Dalam keterangan yang disampaikan saat jumpa pers, Jumat (27/1/2023), Dekan FK UNS, Prof. Dr. Reviono, dr., Sp.P(K). menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilakukan enam bulan sekali. Tema yang diusung dalam forum ini yaitu peran AIPKI dalam menjaga kualitas lulusan pendidikan kedokteran melalui Academic Health System (AHS).

 

“Topik acaranya akan membahas mengenai kebutuhan dokter, isu-isu kekurangan dokter terutama spesialis. Jadi, kami nanti akan bersuara secara resmi tentang sudut pandang dan pernyataan AIPKI yang ditujukan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Selain akan dihadiri perwakilan Kemendikbud Ristek, ada juga praktisi pendidikan dari Inggris dan Jerman, dan ada ahli hukum yang menyoroti Omnibus Law UU Kesehatan,” jelasnya saat Jumpa Pers dengan wartawan di Auditorium FK UNS.

 

Prof. Reviono menjelaskan bahwa acara inti yang berlangsung di Hotel Sunan akan terbagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama dan kedua dapat dihadiri oleh umum, sementara sesi ketiga diperuntukan bagi internal AIPKI.

 

Sementara itu, Ketua AIPKI, Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG(K) menjelaskan bahwa salah satu topik hangat yang akan dibahas adalah kebijakan Kemenkes yang memiliki wacana untuk memiliki program pendidikan spesialis berbasis Rumah Sakit (RS).

 

“Jadi, diwacanakan akan ada pendidikan spesialis yang dikelola oleh universitas dan rumah sakit. Artinya, dalam mewujudkan hal tersebut, para rumah sakit harus mengubah regulasi karena dalam UU Tentang Pendidikan Kedokteran Tahun 2013, pelaksanaan pendidikan spesialis harus ada di institusi pendidikan,” terangnya.

 

Prof. Budi berharap melalui forum ini dapat menghasilkan rekomendasi bagi pemerintah dalam menyikapi pemenuhan dokter spesialis ini.

Halaman:

Editor: Agung Bramantya

Tags

Terkini

X