Pintu Perlintasan Sebidang di Bandara Adisutjipto Akan Ditutup, Warga Maguwoharjo Mengadu ke DPRD DIY

- Kamis, 26 Januari 2023 | 07:53 WIB
Warga Maguwoharjo dan Tegalitorto mengadu ke DPRD DIY menolak penutupan akses jalan perkintasan kereta di Bandara Adi Sutjipto, Rabu ( 25/1) (Santoso)
Warga Maguwoharjo dan Tegalitorto mengadu ke DPRD DIY menolak penutupan akses jalan perkintasan kereta di Bandara Adi Sutjipto, Rabu ( 25/1) (Santoso)

YOGYAKARTA,CAKRAWALA.CO- Sejumlah warga Maguwoharjo dan Tegaltirto Sleman Yogyakarta mengadu ke DPRD DIY dan diterima oleh ketua Komisi C DPRD DIY Gimmy Rusdin Sinaga, Wakil Ketua Komisi C Lilik Syaiful Ahmad, Sekretaris Komisi C Amir Syarifudin dan Ketua Komisi B DPRD DIY Andriana Wulandari, Rabu ( 25/1/2023). Dihadapan wakil rakyat warga Maguwoharjo dan Tegalitiro menolak adanya rencana penutupan akses di perlintasan kereta Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Sebaba jalur perlintasan tersebut selama ini digunakan warga untuk akses jalan yang memudahkan aktivitas ekonomi, sosial maupun pendidikan.

Kepala Dukuh Sambilegi Kidul Maguwoharjo Depok Sleman, Febri Supriyanto dalam pertemuan dengan DPRD DIY yang juga dihadiri Kepala Dinas Perhubungan DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan warga setempat keberatan dengan penutupan akses diperlintasan Bandara Adisutjipto yang rencananya akan dilaksanakan pada 1 Februari 2023 mendatang.

"Kami merasa keberatan karena jalur tersebut sudah kita lalui selama bertahun-tahun. Bahkan sebelum saya lahir," ungkap Febri Supriyanto saat melakukan audiensi di DPRD DIY, Rabu (25/1/2023).

Febri menyatakan jika perlintasan kereta Bandara Adisutjipto itu ditutup, masyarakat harus menggunakan akses jalan lain dengan jarak yang lebih jauh.
Dengan begitu jarak tempuh warga yang selama ini hanya 2-3 menit bisa menjadi 15 menit. Selain itu, penutupan tersebut akan menghambat aktivitas yang selama ini telah berjalan di wilayah sekitar perlintasan kereta Bandara Adisutjipto itu.

"Kami masih tetap menolak rencana penutupan tersebut. Selain itu juga mempertanyakan solusinya seperti apa. Kami berharap tetap dibuka seperti sekarang," ujar Febri.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menjelaskan regulasi perlintasan yang sebidang diharapkan lagi tidak menjadi perlintasan sebidang, sementara kondisi yang ditemui pada perlintasan kereta Bandara Adisutjipto masih perintasan sebidang. Kemudian selama ini penjagaan di perlintasan kereta itu dilakukan secara manual oleh warga. Hal ini menjadi kekhawatiran apabila adanya kelalaian dari manusia yang berujung pada kecelakaan di perlintasan kereta api.

"Jadi bukannya harusnya ditutup itu tidak. Tapi bicara men-zero kan accident. Dalam artian semua perlintasan sebidang, diharapkan tidak lagi menjadi perlintasan sebidang. Selama ini kami itu melanggar aturan selama bertahun-tahun. Itu dari sisi keselamatan. Dari sisi kewajiban dan kewenangan tidak ada. Selama ini kami menggaji petugas bersertifikat untuk menjaga perlintasan kereta," papar Ni Made.

Ketua Komisi C DPRD DIY Gimmy Rusdin Sinaga dalam kesematan tersebut mengatakan agar instansi terkait dalam hal ini Dishub DIY untuk menunda rencana penutupan perlintasan kereta Bandara Adisutjipto. DPRD DIY akan mengundang instansi terkait guna membahas rencana penutupan perlintasan kereta Bandara Adisutjipto tersebut.

"Kami sarankan jangan ditutup dulu. Kita koordinasikan lagi untuk mencari solusi terbaik," tandas Ketua Komisi C DPRD DIY Gimmy Rusdin Sinaga.

Sementara Wakil Ketua Komisi C, Lilik Syaiful Ahmad mengatakan akan menemukan solusi tersebut apabila sudah duduk bersama stakeholder terkait termasuk pihak Angkasa Pura dan Lanud.

"Kita harus duduk bersama kalau perlu dari Angkasa pura dan Lanud kita undang disini untuk mencari solusi untuk kita semua," pungkas Lilik. ( Sants )

Editor: Santoso.

Tags

Terkini

DIY Jadi Pilot Project Smart Province

Rabu, 1 Maret 2023 | 06:34 WIB
X