Proyek Retensi Pengendali Banjir Bandara YIA Akibatkan Banyak Sawah Warga Terurug Sedimentasi Lumpur

- Selasa, 24 Januari 2023 | 16:57 WIB
Proyek Retensi pengendali Banjir Bandara YIA di Karangwuni, Wates, Kulon Progo ini ternyata mengabaikaan keluhan warga yang lahan sawahnnya terurug sedimentasi lumpur proyek hingga tidak bisa diolah (Foto/ist)
Proyek Retensi pengendali Banjir Bandara YIA di Karangwuni, Wates, Kulon Progo ini ternyata mengabaikaan keluhan warga yang lahan sawahnnya terurug sedimentasi lumpur proyek hingga tidak bisa diolah (Foto/ist)

Kulon Progo, Cakrawala.co- Ketua DPRD Kulon Progo, Akhid Nuryati, meminta semua pihak terkait Proyek Retensi Pengendali Banjir YIA, yang ada di Blok I, Kalurahan Karangwuni, Kapanewon Ates, Kabupaten Kulon Progo, merespon cepat keluhan warga yang lahan sawahnya terurug sedimen lumpur dan material lain.

Akibat tidak adanya kepedulian pihak pengelola proyek, kini banyak lahan sawah milik warga tidak bisa diolah, akses lalulintas warga melalui tanggul Kali Banjaran rusak tidak bisa dilalui.

Selain itu, lahan pertanian di kawasan ini juga selalu diterjang banjir luapan air Kali Banjaran karena tanggul Kali Banjaran dijebol hingga luapan airnya menerjang lahan milik warga, setiap kali hujan turun.

“Sedimen lumpur terus menumpuk di banyaklahan milik warga, disertai material lain, seperti sampah, hingga berlarut-larut hingga kini akibatnya lahan warga tidak bisa digarap,” ujarnya.

Akhid Nuryati mengatakan, masalah ini sebenarnya sudah tersampaikan kepada pihak terkait seperti BBWSO maupun Dinas PU Kulon Progo, beberapa waktu lalu.

Namun rupanya mereka tidak memberi respon cepat dan bahkan terkesan mengabaikan. Untungnya warga tidak melakukan tindakan anarkhis, atau melakukan aksi brutal.

“Hari ini mereka  memilih mengadukan persoalan mereka kepada pemerintahan setempat. Di kalurahan Karangwuni. Bagus kan, tidak anarkhis, tetapi semua pihak harus segera merespon keluhan warga ini, agar tidak terjadi keribuan di lapangan,” katanya.

 Bahkan, Akhid Nuryati mengungkapkan, sejak terjadinya kasus warga kesetrum aliran listrik saat membersihkan lahannnya beberapa waktu lalu, sebenarnya masalah ini langsung tersampaikan kepada BBWSO maupun Kepala PU Kulon Progo untuk disampaikan kepada pihak terkait.

“Tetapi kok tidak ada tindak lanjut yang jelas, “ ujar Akhid Nuryati, ketika dihubungi siang tadi.

Halaman:

Editor: Suyono Sugondo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Puluhan Santri Ikuti Festival UMKM Di Bantul

Minggu, 5 Februari 2023 | 22:27 WIB

Serunya Kopi Darat UMKM Cah Enom Kulon Progo

Senin, 30 Januari 2023 | 21:36 WIB
X