Sidang Perdana Manusia Menikahi Kambing, Terdakwa Minta Dihukum Ringan

- Kamis, 8 Desember 2022 | 20:25 WIB
Suasana sidang online kasus penistaan agama di ruangan sidang PN Gresik. Foto (Zen/cakrawala.co)
Suasana sidang online kasus penistaan agama di ruangan sidang PN Gresik. Foto (Zen/cakrawala.co)

CAKRAWALA.CO - SIdang perdana penistaan agama kasus manusia menikahi kambing digelar di Pengadilan Negeri Gresik, Kamis (8/12/2022). Namun, salah seorang terdakwa Nur Hudi Didin Arianto yang juga anggota DPRD Gresik dari Fraksi Partai Nasdem merengek memohon keringanan hukuman kepada majelis hakim.

Menanggapi permintaan Nur Hudi itu, Ketua Majelis Hakim M Faktur Rochman menjelaskan bahwa belum saatnya dia sebagai terdakwa menyampaikan hal tersebut. "Kami saja sebagai majelis hakim belum memeriksa berkas perkara saudara ini. Jadi permintaan saudara sampaikan saja nanti," ujar Fatkur.

Kasus penistaan agama ritual pernikahan manusia dengan seekor kambing kini memasuki babak persidangan di PN Gresik. Hanya saja, perkara yang menjadi atensi publik Gresik ini disidangkan secara online dengan penggunaan aplikasi zoom. Para pihak berada di tempat terpisah. Sehingga jalannya persidangan tidak berjalan maksimal.

Baca Juga: Praktisi Hukum Unair Pertanyakan Lambannya Penyidikan Kasus Pernikahan Manusia - Kambing

Tim JPU yang dipimpin Kasipidum Kejari Gresik Ludy Himawan membacakan surat dakwaan dari salah satu ruangan kantor kejari, sementara empat terdakwa mendengarkannya dari sebuah ruangan di Rumah Tahanan Banjarjarsari, Cerme, Gresik. Begitu juga majelis hakim memimpin persidangan dari ruang sidang PN Gresik. Para pihak saling terhubung melalui layar monitor di masing-masing ruangan.

Kendati keempat terdakwa didakwa dengan dakwaan yang sama, yakni dengan pasal 156a KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, namun JPU dalam kasus ini melakukan splitsing atau pemisahan perkara.

Pemisahan tersebut masing-masing dengan terdakwa Nur Hudi Arianto, kemudian dengan dua terdakwa masing-masing Saiful Arif (46) selaku pemeran pengantin pria dan Sutrisna alias Krisna (47) yang berperan sebagai penghulu pernikahan.

Lalu perkara ketiga dengan terdakwa Saiful Fuad alias Arif Saifullah (45) yang dalam kasus ini berperan sebagai pembuat dan penyebar konten pernikahan menyimpang ini.

Dalam surat dakwaan, JPU secara gamblang menguraikan peristiwa penistaan agama yang dilakukan oleh keempat terdakwa dengan peran dan tugas masing-masing.

Niat awal untuk menggelar ritual pernikahan manusia dengan seekor kambing itu dicetuskan oleh terdakwa Arif Saifullah sepulang dari Pasuruan bersama terdakwa Nur Hudi Didin Arianto pada 31 Mei 2022. Tujuannya, selain untuk kedamaian Indonesia juga untuk mengisi konten akun media sosial milik terdakwa Arif.

Halaman:

Editor: Mohammad Zaini

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X