Beragam Menu Olahan Sehat di Lomba Cipta Menu Dahsyat Turunkan Stunting

- Kamis, 8 Desember 2022 | 10:04 WIB
Salah satu menu dari kecamatan Sekaran. Foto (Zen/cakrawala.co)
Salah satu menu dari kecamatan Sekaran. Foto (Zen/cakrawala.co)

CAKRAWALA.CO - Berbagai cara dilakukan untuk menurunkan stunting salah satunya dengan menggelar kegiatan Internalisasi Pengasuhan Balita dalam rangka Penurunan Stunting Kepada Masyarakat berupa Lomba Cipta Kreasi Menu Dahsyat yang diselenggarakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur bersama Dinas PPKB Kabupaten Lamongan.  

Dibuka Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Lamongan, Anis Yuhronur di Aula Pertemuan Gajah Mada Kantor Pemkab Lamongan, Rabu (7/12), beragam menu olahan bergizi dan seimbang tersaji mengikuti lomba cipta kreasi menu dahsyat yang diikuti 27 kecamatan di Kabupaten Lamongan.

Mulai dari menu berbahan dasar ikan, sayuran maupun buah-buahan diolah sedemikian rupa sehingga mampu menjadi menu yang sangat lezat dan tentunya penuh gizi untuk balita. 

Baca Juga: Inspirasi Menu MPASI ala Nikita Willy untuk Baby Izz, Simpel dan Serba Bikin Sendiri  

Seperti menu yang disajikan Kecamatan Kedungpring untuk Balita, mereka memanfaatkan buah naga untuk pewarna makanan sehingga balita menjadi tertarik untuk melahapnya. Pun demikian dengan menu berbahan dasar kelor hasil kreasi Kecamatan Modo yang unik dan penuh gizi.

Melihat berbagai langkah termasuk lomba menu olahan yang tercipta, Ketua TP PKK Lamongan Anis Yuhronur berharap,  melalui gelaran acara ini diharapkan dapat menurunkan stunting di Kabupaten Lamongan.

“Percepatan penanganan stunting menjadi agenda penting pemerintah. Dimana pemerintah pusat menargetkan pada 2024 mendatang angka stunting turun menjadi 14 persen, namun Pemerintah Kabupaten Lamongan optimis bisa dibawah itu yakni 12,3 persen.  Untuk itu melalui berbagai langkah ini bisa menurunkan stunting di Lamongan,” ucap Anis.

Dalam kesempatan tersebut, Anis juga mengajak seluruh Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk berkoordinasi dengan kepala desa dan berperan aktif dalam mendukung kegiatan pendampingan khususnya bagi wanita beresiko.

“Kadang-kadang di desa ini ibu-ibunya belum paham adanya pendampingan keluarga. Ada 1038 kader TPK, untuk itu saya harap kepada seluruh kader untuk berkoordinasi kepada kades, syukur-syukur bu kadesnya dimasukkan ke kader dan berperan aktif. Termasuk posyandu remaja agar segera dibentuk,” imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Dinas PPKB Lamongan, Fida Nuraida, bahwa dengan kegigihan dan kerja keras semua pihak, bukan tidak mungkin target angka stunting turun menjadi 12,3 persen dapat terwujud.

Halaman:

Editor: Mohammad Zaini

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X