• Minggu, 29 Januari 2023

Atasi Limbah Organik, Gresik Produksi Massal Eco Enzym

- Kamis, 1 Desember 2022 | 17:35 WIB
Wakil Bupati Gresik ikut serta memproduksi  Eco Enzyme . Foto (Zen/cakrawala.co)
Wakil Bupati Gresik ikut serta memproduksi Eco Enzyme . Foto (Zen/cakrawala.co)

CAKRAWALA.CO - Sampai saat ini perkara sampah tidak luput dari mata Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik. Hal inilah yang menjadi latar belakang inovasi berupa Eco Enzyme dari sampah organik yang sering dilakukan setahun belakangan ini. Eco Enzyme sendiri adalah cairan serba guna hasil fermentasi dari sampah organik sisa buah dan sayur.

Mendukung hal tersebut, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah bersama Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromain Ali Fandi Akhmad Yani turut serta dalam memproduksi massal Eco Enzym di Gedung Pramuka, Kamis (1/12).

Kegiatan itu juga diikuti oleh 18 kecamatan se Kabupaten Gresik. Ditambah partisipasi dari Pramuka Kwartir Cabang Gresik dan Relawan Eco Enzym Indonesia (REEI) Gresik.

Baca Juga: Serahkan Trophy Pemenang Lomba Menulis Surat Cinta, Bupati Gresik : Gerakan Literasi Bagian dari Penyumbang IQ

Wabup yang juga Ketua Kwarcab Pramuka Gresik itu mengatakan, program CSR dari PT. Smelting ini merupakan sebuah langkah yang cemerlang. Menurutnya, upaya melestarikan lingkungan penting dilakukan untuk menanggulangi kerusakan maupun bencana yang berpotensi terjadi.

"Ini sangat luar biasa, karena kita bisa mengurangi sampah. Karena sampah ini sudah menjadi fokus utama tidak hanya di Gresik tapi juga dunia. Maka apabila ada inovasi Eco Enzyme seperti ini ayo kita saling bersinergi dalam mensukseskannya." kata wabup.

Kakak Aminatun juga menjabarkan, produksi Eco Enzyme dapat menjadi media Pramuka dalam mengembangkan diri di sektor kebersihan lingkungan.

"Produksi Eco Enzyme yang dilakukan di Gedung Pramuka ini, akan diawasi prosesnya oleh anggota Pramuka sendiri. Ini juga merupakan sebuah kesempatan dalam membentuk Pramuka yang produktif menjaga kebersihan lingkungan." ucapnya.

Ketua TP PKK Gresik Ning Nurul juga mengatakan, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gresik saat ini sudah penuh. Maka diperlukan kesadaran sebagai masyarakat Gresik dalam pentingnya pengendalian sampah.

"Kita juga harus mensosialisasikan pengolahan sampah kepada masyarakat dengn metode 3R. Reduce (mengurangi), Re-Use (menggunakan kembali), dan Recycle (mendaur ulang)." katanya.

Halaman:

Editor: Mohammad Zaini

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X