Pasar Kesamben Terbakar, Pedagang Dihantui Cicilan Hutang, Bupati Blitar Janjikan Solusi

- Rabu, 30 November 2022 | 21:04 WIB
Ratusan lapak pasar Kesamben rata dengan tanah (foto tangkapan layar)
Ratusan lapak pasar Kesamben rata dengan tanah (foto tangkapan layar)

BLITAR CAKRAWALA.CO - Para pedagang pasar Kesamben yang terbakar, kini dihantui cicilan hutang bank thithil (angsuran harian) yang harus dibayarnya. Namun sedikit harapan itu ada ketika Bupati Blitar Rini Syarifah meninjau pasar tersebut pada Selasa (29/11/2022) kemarin.

Bupati yang akrab disapa Mak Rini itu mendengar keluhan dari banyak pedagang yang kehilangan kios dan bedak tempat mereka berjualan.

Ya, kebakaran Pasar Kesamben pada Minggu (27/11) itu telah memusnahkan sekitar 450 bedak, akibatnya para pedagang kehilangan harapan hidup setelah tempatnya berjualan rata dengan tanah.

Tidak hanya itu, ratusan pedagang yang setiap hari berjualan di sana juga terancam kesulitan hidup yang luar biasa, yaitu dikejar-kejar hutang.

Baca Juga: Polres Tulungagung Amankan Dua Pelaku Penimbunan Solar Bersubsidi, Sebuah Truk Tanki Turut Disita

Tidak sedikit para pedagang yang modal usahanya berasal dari pinjaman. Ada yang meminjam ke bank resmi, tetapi juga banyak yang meminjam ke bank harian alias bank thithil, sebutan untuk lembaga peminjaman perorangan dengan bunga tinggi dan penagihannya dilakukan setiap hari atau mingguan.

"Memang begitu (banyak pedagang meminjam ke bank thithil), meski tidak semuanya. Kalau meminjam ke bank, angsurannya setiap bulan tetapi bagaimana dengan pinjaman ke bank tidak resmi, mereka harus bisa mengangsur setiap hari," ujar Imam Taufiq, yang mengaku sudah 15 tahun berjualan pakaian di Pasar Kesamben, dikutip dari Surya.co.id, Selasa (29/11/2022).

Imam mengaku, pakaian yang baru didatangkan atau dikulak musnah terbakar. Ia merasa bukan hanya harapannya yang langsung hilang tapi juga seketika dibayangi hutangnya di bank.

Sebelumnya Imam mengisi tokonya di dalam pasar itu harus meminjam ke bank sampai Rp 50 juta dan baru beberapa bulan diangsur. Kini dia bingung cara mengangsurnya karena tempat satu-satunya untuk berjualan sudah menjadi onggokan puing.

Baca Juga: Pencuri Salah Sasaran, Motor Anggota Paspampres ‘Disikat’. Kini Pelaku Diburu Polisi

Halaman:

Editor: Eko Setiawan

Tags

Terkini

Refleksi 1 Abad NU, Warga Nahdliyin Mesti Prestasi

Minggu, 5 Februari 2023 | 14:14 WIB

Gerindra "Murkah" Akan Perkarakan Satpol PP Sidoarjo

Kamis, 2 Februari 2023 | 17:05 WIB
X