• Minggu, 5 Februari 2023

KH Aceng Zakaria, Ulama Produk Lokal Kualitas Internasional

- Selasa, 22 November 2022 | 08:13 WIB
KH Aceng Zakaria (Ist)
KH Aceng Zakaria (Ist)

 

Oleh: Dr. Adian Husaini
(Ketua Umum Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia)

Pada hari Senin (21/11/2022), KH Aceng Zakaria dipanggil Allah SWT dalam usia 74 tahun. Beberapa hari sebelumnya, sejumlah sahabat dari organisasi Persatuan Islam (Persis) sudah mengabarkan, bahwa beliau sedang sakit berat. Ternyata, Allah SWT menyayangi dan memanggil beliau. Semoga Allah menempatkan beliau di tempat yang mulia.

Pada 29 Januari 2022, beliau bersama istrinya, berkunjung ke Pesantren At-Taqwa Depok. Kami sempat berbincang-bincang sebentar, sebelum beliau melanjutkan aktivitasnya, mengisi pengajian dan mengunjungi Ust Amin Jamaluddin yang kini juga sudah dipanggil oleh Allah SWT.

Sosok Kyai Aceng Zakaria adalah seorang ulama pejuang yang istiqamah sampai akhir hayatnya. Bahkan, hebatnya, dua bulan lalu, dalam Muktamar Persis XVI di Bandung, KH Aceng Zakaria memutuskan untuk tidak bersedia dipilih lagi. Beliau sudah menyiapkan penerusnya, yaitu Dr. Jeje Zainuddin.

Kyai Aceng Zakaria bisa dikatakan salah satu ulama hebat di Indonesia. Syukurlah, sebelum beliau wafat, tahun 2021 lalu, sudah terbit biografi beliau, berjudul: “KH Aceng Zakaria Ulama Persatuan Islam,” karya Pepen Irpan Fauzan, dkk. (Bandung: Staipi Garut Press, 2021).

Pada hari Ahad (4/4/2021), saya sempat diminta membedah buku tersebut. Salah satu kehebatan beliau, di usianya yang ke-73 tahun itu, ia telah menulis 103 judul buku. KH Aceng Zakaria lahir di Garut Jawa Barat pada 11 Oktober 1948. Ayahnya, Kyai Ahmad Kurhi, seorang ulama dari garis keturunan ulama terkenal di Garut, KH A. Shidiq, yang dikenal dengan sebutan Mama Sukarasa.

Kyai Aceng bukan saja dikenal sebagai aktivis organisasi, tetapi juga seorang ulama, pemimpin pesantren, pejuang dan sekaligus penulis produktif. Saya mengenalnya sejak puluhan tahun lalu. Ia seorang Kyai yang ramah. Beberapa kali saya menikmati jamuan makan khas di atas kolam rumahnya yang asri di Kota Garut.

Di banding banyak ulama lain, tentu saja keunikan Kyai Aceng Zakaria adalah ketekunan dan kreativitasnya dalam menulis. Tidak mudah menulis 100 lebih judul buku di tengah berbagai kesibukan perjuangan sebagai muballigh dan pimpinan Persis.

Meskipun tidak pernah mengenyam pendidikan formal di Timur Tengah, Kyai Aceng memiliki penguasaan Bahasa Arab yang mumpuni. Dari 103 judul bukunya, 33 judul ditulis dalam Bahasa Arab. Beberapa diantara bukunya termasuk kategori best seller, seperti: al-Hidayah fi Masaaili Fiqhiyyah al-Muta’aridhah, al-Muyassar fi Ilmi al-Nahwi, dan al-Kaafi fi Ilmi al-Sharfi.

Halaman:

Editor: Syaefurrahman Albanjary

Tags

Terkini

Pesta Cap Go Meh Bogor Street Fest 2023 Digelar Besok

Sabtu, 4 Februari 2023 | 19:56 WIB

Sedikitnya 495 Rumah di Garut Rusak Akibat Gempa Bumi

Jumat, 3 Februari 2023 | 13:50 WIB
X