Gelar Doa Bersama Pedagang UMKM Aloha, Masih Berharap Pemkab Sidoarjo Membantu Mereka

- Jumat, 18 November 2022 | 08:36 WIB
Masih Semangat : Para pelaku UMKM Aloha usai doa bersama (foto : Wiwid)
Masih Semangat : Para pelaku UMKM Aloha usai doa bersama (foto : Wiwid)

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO – Pembangunan fisik flyover Aloha yang menurut rencana akan dimulai Desember mendatang membuat gelisah para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terdampak proyek infrastruktur Nasional tersebut. Pasalnya, permintaan mereka agar diberikan ganti rugi untuk bangunan belum menemukan solusi.

Bertujuan menenangkan hati dalam menghadapi semua itu, para pelaku usaha yang tergabung dalam kelompok UMKM Aloha ini mengadakan doa bersama, malam Kamis 17 November 2022, berharap Pemerintah bisa meringankan masalah yang dialami dengan melaksanakan ganti rugi.

Silvie Fahriah Andiri, salah satu pelaku UMKM Aloha mengatakan bahwa sejak awal kita ingin ada solusi untuk kebaikan bersama dengan bertemu, duduk satu meja, dan komunikasi yang pasti. ”Jangan oh ini begini, oh itu begitu. Niat kita cuma mau berusaha dan bagaimana usaha kita ini bisa berkelanjutan lagi setelah proyek flyover tersebut,” ucapnya

Ia menambahkan, kita juga mendoakan semoga proyek flyover ini berjalan dengan lancar tanpa ada yang tersakiti dan sebagainya, kami menunjukkan bahwa kami ini sebenarnya peduli dengan proyek tersebut. ”Tapi tolong kami juga dipedulikan, kami dianggap, disini kami berusaha secara legal dan tau aturan yang ada," ungkapnya

Baca Juga: Jalan Pertigaan Bangah Aloha Bebas Macet Usai Dilebarkan

Sebaliknya, lanjut Silvie, kami berharap harusnya juga seperti itu, Pemerintah maupun stakeholder siapa yang terkait dengan ini juga mempedulikan kami sebagai rakyat kecil. Itu harapan kami di doa bersama pada malam hari ini.

”Jadi tuntutan para Pelaku UMKM disini itu, pertama, bagaimana dengan aset- aset kami yang sudah tertanam disini modalnya, kedua, keberlangsungan kita untuk mencari nafkah selanjutnya, dan ketiga, para pegawai yang bekerja dengan kita. Tiga faktor ini juga yang harus dipikirkan,” urainya.

Pertanyaan-pertanyaan kami semua itu yang membuat kita bingung. Kita yang hanya rakyat biasa nggak tahu tentang sistem pemerintah tentang proyek ini dan sebagainya. ”Sebenarnya alur prosedurnya itu seperti apa dan menurut peraturan perundang-undangan Pemerintah itu seperti apa,” tanya dia.

Baca Juga: Cuma Nabung Rp 1.250/hari, Penjual Es Tebu Ini Dapatkan Jaminan Sosial Perlindungan Diri

Halaman:

Editor: Iswin Arrizal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X