Gubernur Kalteng Sugianto Sabran Buka Ruang Dialog Dengan Mahasiswa

- Rabu, 16 November 2022 | 17:14 WIB
Gubernur Kalteng Sugianto Sabran Buka Ruang Dialog Dengan Mahasiswa (Ist)
Gubernur Kalteng Sugianto Sabran Buka Ruang Dialog Dengan Mahasiswa (Ist)

 

Palangka Raya - Insiden aksi gabungan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Merdeka (GERAM) Jilid III pada hari Senin (14/11/2022) di Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Tengah memicu ketidakpuasan pihak GERAM, sehingga mewacanakan konsolidasi akbar jilid IV. 

Sebagaimana yang diberitakan di berbagai media, bahwa insiden yang terjadi antara aparat Polisi Pamong Praja (Pol PP) Provinsi Kalimantan Tengah, dipicu karena ada upaya sebagian kelompok untuk menurunkan bendera negara Sang Merah Putih menjadi setengah tiang.

Hal tersebut memacu reaksi aparat Pol PP yang bertugas untuk menjaga kehormatan salah satu simbol negara, terlebih bendera negara tengah berkibar di objek vital Pemerintah yaitu Kantor Gubernur Kalimantan Tengah. 

Terlebih ketentuan penggunaan termasuk penaikan dan penurunan bendera negara diatur secara jelas dalam Undang-Undang RI Nomor 24 Tahun 2009, tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

Berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari lapangan, bahwa sebelum insiden terjadi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam hal ini Gubernur H. Sugianto Sabran telah memerintahkan biro terkait untuk mempersiapkan Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, sebagai tempat dialog terbuka dengan pihak GERAM. 

Namun, pihak GERAM menolak untuk berdialog dalam ruangan, sehingga hal tersebut membuat Gubernur Kalimantan Tengah pun rela turun ke lapangan untuk menemui massa, namun sekali lagi pihak GERAM tidak bersedia memanfaat peluang itu dengan baik. 

Terkait hal tersebut Gubernur Kalimantan Tengah menjelaskan kepada MMC Kalteng pada Selasa (15/11/2022) di ruang kerjanya, bahwa pihaknya membuka luas ruang dialog dengan pihak mahasiswa yang tergabung dalam GERAM. 

”Tema dari aksi ini adalah evaluasi kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, maka yang saya pahami adalah ade-ade mahasiswa yang kritis ini akan membawa data-data sebagai bahan evaluasi kinerja kami, untuk itu saya siap dan terbuka mendengarkan dan berdialog, maka tempat yang tepat adalah di sebuah ruangan atau aula yang memadai, bukan di jalanan,” ungkapnya. 

Halaman:

Editor: Syaefurrahman Albanjary

Tags

Terkini

DPD SPSI Jalin Kolaborasi dengan AJV Kalteng

Selasa, 24 Januari 2023 | 13:41 WIB

Stunting di Kalteng Tahun 2024 15,38 Persen

Sabtu, 10 Desember 2022 | 06:30 WIB

Produksi Meroket, Kalteng Optimis Ekspor Ikan Patin

Jumat, 9 Desember 2022 | 05:33 WIB
X