• Selasa, 31 Januari 2023

Anggota DPR RI ini Menilai Trilogi Pembangunannya Pak Harto Relevan Sampai Sekarang

- Kamis, 20 Oktober 2022 | 18:52 WIB
Anggota DPR RI fraksi Partai Golkar Gandung Pardiman. (Santosa)
Anggota DPR RI fraksi Partai Golkar Gandung Pardiman. (Santosa)

YOGYAKARTA,CAKRAWALA.CO-Trilogi Pembangunan yang digagas dan dilaksanakan oleh Presiden RI ke 2 Suharto dinilai masih relevan untuk diterapkan dalam pembangunan bangsa dan negara Indonesia. Demikian pernyataan anggota DPR RI yang juga ketua DPD Golkar DIY Gandung Pardiman dalam keterangan pers, Kamis ( 20/10/2022).Trilogi Pembangunan merupakan salah satu isi program kerja yang dibentuk oleh Kabinet Pembangunan III pada masa pemerintahan Presiden Suharto pada periode 1978-1983. Kabinet Pembangunan III menyelenggarakan Pelita III, yang menekankan pada Trilogi Pembangunan dengan tujuan terciptanya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila serta UUD 1945.

" Saya menilai Trilogi Pembangunannya Pak Harto ini masih sangat relevan sampai sekarang ini. Sebab Trilogi Pembangunan memiliki tujuan yakni terciptanya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Arah dan kebijaksanaan ekonominya adalah pembangunan pada segala bidang," ungkap Gandung Pardiman yang juga anggota Komisi VII DPR RI.

Gandung Pardiman menambahkan pada masa pemerintahan Presiden Suharto digagas Trilogi Pembangunan yang terdiri dari Stabilitas Nasional yang dinamis, Pertumbuhan Ekonomi tinggi dan Pemerataan pembangunan dan hasil - hasilnya. Isi trilogi Pembangunan ide dari Pak Harto ini masih sangat layak untuk diterapkan sampai sekarang ini.

" Program - programnya Pak harto masih sangat relevan jika diterapkan pada masa pemerintahan sekarang ini. Bahkan sudah dilakukan Presiden Joko Widodo sangat perhatian sekali dengan pemerataan pembangunan seperti salah satu isi dari trilogi Pembangunan yakni pemerataan pembangunan dan hasil - hasilnya. Daerah terpencil sudah dibangun oleh Pak Jokowi," ungkap Gandung Pardiman.

Baca Juga: Gandung Pardiman : Golkar DIY Siap Jadi Infantri Untuk Memenangkan Partai Golkar Pada Pemilu dan Pilpres 2024

Pada masa pemerintah Presiden Suharto proses pembangunannya sangat tertata dan bertahap dengan program yang dikenal dengan rencana pembangunan Lima Tahun ( Repelita ). Mulai dari Repelita I hingga repelita VI yang disempuranakan dengan adanya garis Besar Haluan negara ( GBHN )

" Dengan adanya rencana pembangunan dan ditambah dengan GBHN arah pembangunannya jelas untuk 5 tahun mendatang. Hal - hal positif saat pemerintah presiden Suharto ini tidak ada salahnya jika diterapkan untuk pembangunan Indonesia kearah yang lebih baik," pungkas Gandung Pardiman. ( okta/ Sants)

Editor: Santoso Suparman

Tags

Terkini

Serunya Kopi Darat UMKM Cah Enom Kulon Progo

Senin, 30 Januari 2023 | 21:36 WIB
X