• Sabtu, 26 November 2022

Perusahaan Pengolah Limbah B3, Hadiahi Pebulutangkis Fadia Silva

- Jumat, 7 Oktober 2022 | 13:49 WIB

Bogor Jawa Bara, Cakrawala.co,- Siti Fadia Silfa Ramadanthi peraih medali mas Sea Games di Vietnam tahun 2021 lalu di cabang bulutangkis ganda putri yang saat itu berpasangan dengan Apriani Rahayu.


Saat ini kembali memperoleh penghargaan berupa medali emas seberat 45 gram serta uang pembinaan sebesar 25 juta rupiah dari perusahaan pengelola limbah Bahan Beracun Berbahaya atau B3 yaitu PT.Parasada Pamunah Limbah Industri yang ada di Desa Nambo Bantarjati Kecamatan kelapa Nunggal Kabupaten Bogor Jawa Barat. Penghargaan ini langsung diserahkan oleh Presiden Direktur PT.PPLI Yoshiaki chida (7/10)

Yang menarik adalah, sebagai bahan untuk membuat medali emas seberat 45 gram ini berasal dari benda-benda elektronik bekas seperti leptop bekas, handphone bekas dan barang elekteonik lainnya yang di orogyaki oleh PPLI di jepang dengan waktu yang cukup lama mencapai 7 bulan.

"Dengan apresiasi ini saya sangat senang, sebagai anak desa, jarang-jarang anak desa juara dunia. Terima kasih atas perhatiannya apresiasinya untuk anak desa seperti saya. Ini sebuah kebanggaan agar menjadi motivasi anak-anak desa agar lebih berprestasi lagi," ungkap Fadia, di Gedung Training Center PPLI, Desa Nambo Bantar Jati Kecamatan Kelapanunggal Bogor, Jawa Barat baru-baru ini.


Siti Fadia menambhkan bahwa baru kali ini dirinya menerima medali mas terbuat dari bahan limbah dan yang menarik ada tertera namanya di medali tersebut. Sejak 2021, berulangkali Siti Fadia  menorehkan prestasi luar biasa dalam olahraga bulu tangkis SEA Games 2021, Singapore Open 2022, dan Malaysia Open 2022.

Sedangkan, di bulan Oktober ini dua ajang turnamen dunia kembali akan diikuti oleh Siti Fadia, diantaranya Denmark Open yang berlangsung 18-23 Oktober 2022 dan Franch Open 25-30 Oktober.

Fadia mengungkapkan, penghargaan ini juga menjadi spirit dirinya untuk menghadapi ajang Denmark Open dan French Open . Saat ini dirinya tengah berlatih untuk meraih kemenangan bagi Indonesia di ajang dunia tersebut. "Ajang dalam waktu dekat ini Dermark Open dan French Open.


Sementara itu humas PT.PPLI Arum mengatakan bahwa, pemberian penghargaan berupa medali emas yang terbuat dari bahan limbah ini bertujuan untuk memotivasi generasi muda terutama di Desa Jati dan Nambo kecamatan Kelapanunggal ini ada gadis berprestasi, selain itu bagaimana mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa kita menjaga lingkungan hidup dengan mengokah limbah menjadi bahan yang kebuh bermanfaat dan berharga

" di sini limbah elektronik dikumpulkan dipilah dan dikirim ke Jepang. Emas sendiri berasal dari limbah elektronik seperti handphone, laptop, komputer, dan masih banyak lagi. Proses pembuatannya pun dilakukan di Jepang (kantor pusat holding company PPLI, DOWA ECO System Co Ltd) dengan kadar 24 karat seberat 45 gram, dengan kadar emas 99,99 persen," terangnya. Arum mengatakan, penghargaan ini selaras dengan selogan untuk memotivasi masyarakat menjaga bumi dengan tujuan peduli terhadap lingkungan. Di mana medali emas yang diberikan kepada Siti Fadia menyimpan nilai pesan bagaimana proses panjang pembuatan medali yang berasal dari limbah elektronik.

Halaman:

Editor: Janur M Bagus

Terkini

BPBD Kabupaten Bogor Siap Kirim Bantuan ke Cianjur

Selasa, 22 November 2022 | 14:48 WIB

Doa Ketika Gempa Bumi dan Artinya

Selasa, 22 November 2022 | 06:54 WIB
X