Beranda PILEG KITA Budi Setyawan : Santri Jangan Mau Dijadikan Kendaraan Politik

Budi Setyawan : Santri Jangan Mau Dijadikan Kendaraan Politik

1
BERBAGI
Budi Setyawan : Santri Jangan Mau Dijadikan Kendaraan Politik - image  on https://www.cakrawala.co
Budi Setyawan ( batik batik kuning), joko Purwanto, Deding Ishak dan Neng Eem (berdiri)

CIANJUR,CAKRAWALA.CO- Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cianjur menggelar kemah santri selama 2 hari 2-3 November 2018 di Bumi Perkemahan Pramuka Cibodas, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur. Selain diisi kegiatan kemah, jalan santai, dan ceramah, ada pula kegiatan deklarasi santri perangi LGBT dan santri milenial dukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Selain ribuan santri dan pengurus PCNU Kabupaten Cianjur, pada kegiatan kemah santri tersebut hadir pula anggota DPR RI dan caleg DPR RI Dapil Jabar 3, khusus dari koalisi partai pengusung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Mereka adalah Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz (anggota DPR RI Fraksi PKB), Joko Purwanto (anggota DPR RI Fraksi PPP), dan Deding Ishak (anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar) serta Budi Setyawan (caleg DPR RI Partai Golkar Dapil Jabar 3).

Baca Juga  Jelang Pemilu 2019, Binmas Polresta Jayapura Kunjungi Todat Kampung Yoka

Budi Setyawan mengatakan bahwa santri jangan mau dijadikan kendaraan politik oleh partai, tetapi harus menjadi bagian dari kemajuan bernegara. Oleh karena itu, santri juga harus berperan dalam menegakkan pondasi kenegaraan.

“Salah satunya, santri juga harus tegas dalam memerangi penyakit masyarakat yang mengganggu stabilitas negara, di antaranya masalah penyakit LGBT,” ujar Budi kepada wartawan di Cibodas, Sabtu (3 November 2018).

Menurut Budi, masalah LGBT ini bukan persoalan Hak Azasi Manusia, tapi urusan kelainan atau penyakit menyimpang. Jadi, harus ditangani secara serius karena sudah menjadi persoalan sosial.

Baca Juga  Bawaslu Rembang Tangani 2 Sengketa Proses Pemilu, Satu Berakhir Dengan Mediasi

“Perilaku menyimpangnya harus kita perangi, tetapi manusianya harus dirangkul untuk diobati secara serius. Jangan dikucilkan atau dihakimi karena tidak akan menyelesaikan masalah,” kata Budi.(***)

Bagaimana menurut Anda ?

komentar