Home PERISTIWA Beredar Hasil Pemungutan Suara Pemilu TPS Luar Negeri, Itu Hoax…

Beredar Hasil Pemungutan Suara Pemilu TPS Luar Negeri, Itu Hoax…

0
SHARE

JAKARTA CAKRAWALA.CO ,- Perdaran suara hasil Pemilu 2019 di TPS Luar Negeri ramai di Medsos. Secara berantai hasil rekapitulasi tersebut menjadi gunjingan warganet.

Anggota KPU Pusat Hasim Asy’ari menyampaikan rilis klarifikasi kepada sejumlah wartawan.

Menurut Hasim kegiatan pemungutan suara Pemilu 2019 di Luar Negeri dilaksanakan sebagaimana jadwal dalam SK KPU No 644/2019 yaitu early voting pada tanggal 8-14 April 2019.

Hasyim juga menyatakan bahwa kegiatan pemungutan suara di LN dilaksanakan dengan tiga metode yakni memilih di TPSLN yang berada di kantor perwakilan RI (KBRI/KJRI/KDEI); memilih dengan Kotak Suara Keliling (KSK) yang bertempat di dekat pemukiman atau tempat kerja WNI; dan metode pos.

Baca Juga  Inilah 5 Ranperda Inisiatif Usulan DPRD Gresik

“untuk kegiatan penghitungan suara pemilu di LN dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019 sesuai waktu setempat. Maka berdasarkan hal tersebut dapat disampaikan bahwa hasil penghitungan perolehan suara pemilu LN yang dilakukan PPLN dan KPPSLN baru dapat diketahui setelah proses penghitungan suara 17 April 2019 selesai. Hasil perolehan suara pemilu LN (real count) baru dapat diketahui setelah proses penghitungan suara 17 April 2019 selesai.”tulisnya.

Hasyim menegaskan bila sekarang ini beredar kabar tentang perolehan suara pemilu LN, dapat dipastikan hasil tersebut bukan hasil resmi (real count) yang dilakukan oleh PPLN dan KPPSLN.

Baca Juga  Ketua DPW PSI Ikut Uji Kelayakan Bakal Caleg DPR-RI

” Perlu ditegaskan bahwa pemungutan suara di LN yang telah dan sedang berjalan adalah sbb: a. Senin 8 April 2019 di Sana’a. b. Selasa 9 April 2019 di Panama City dan Quito. c. Rabu 10 April 2019 di Bangkok dan Songkhla. Selain jadwal tersebut kegiatan pemungutan suara di LN belum dilaksanakan.”tegasnya.

Hasyim menyebut kabar tentang perolehan suara pemilu di LN yang beredar luas di masyarakat adalah kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.”tukasnya.***jmb

Bagaimana menurut Anda ?

komentar