Arzeti Sosialisasikan Pentingnya Menjaga Empat Pilar Kebangsaan dan Pemanfaatan Energy Hayati

    1
    SHARE
    Anggota DPR RI dapil Jatim I, Arzeti Bilbina. Saat sosialisasi empat pilar kebangsaan kepada puluhan warga Surabaya. Minggu, (20/1/2019).

    SURABAYA, CAKRAWALA.CO.co-Empat pilar kebangsaan harus tetap dijaga. Karena Indonesia terus diserang ideologi yang mengancam terjadinya perpecahan. Empat pilar kebangsaan menjadi pondasi negara, itu adalah Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    “Empat pilar kebangsaan, harus terus dipegang teguh dalam kehidupan bernegara. Karena Indonesia terus diserang ideologi yang menyimpang dari Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI,” kata anggota DPR RI Arzeti Bilbina, saat mensosialisasikan empat pilar kebangsaan di desa Tambak Wedi, Kota Surabaya, Minggu (20/1/2019).

    Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menjelaskan, pentingnya menjaga 4 pilar. Juga pentingnya memprioritaskan untuk mendongkrak SDM Indonesia secara khusus ke energy primer yang diprediksi akan habis pada tahun 2056 karena konsumsi energy itu naik mencapai 41 persen.

    Baca Juga  Luka Parah, Pendaki Slamet Berhasil Dievakuasi

    Oleh sebab itu, energy hayati akan menjadi solusinya. Energy hayati adalah seperti tenaga air, angin, panas matahari, panas bumi, bahkan ombak laut. Pengembangan SDM dengan pemanfaatan energy hayati di Indonesia harus dilakukan, pemanfaatan energy hayati baru sampai tahap penelitian. Penggunaan secara massif untuk konsumsi public masih belum dilakukan. Padahal, di era yang disebut zaman biologi ini, Indonesia harus bisa memgembangkan keragaman hayati untuk mengatasi kelangkaan energy primer di masa mendatang.

    “Ancaman terkait sumber daya alam di Indonesia oleh negara asing itu sudah jelas terlihat. Oleh sebab itu, kita harus bersiap-siap untuk mengatasinya dengan empat cara. Pertama, mempersiapkan diri dengan mempertebal iman dan ilmu agama. Kedua, mempersiapkan diri dengan ilmu pengetahuan umum yang luas. Ketiga, konsumsi buku dari berbagai bidang pun diperlukan. Keempat, bidang IT harus segera diberi perhatian khusus di era digital ini,” pungkas Arzeti Bilbina.

    Baca Juga  Lokomotif Kereta Api Sancaka Yogja-Surabaya Terguling Usai Menabrak Truk Trailer

    Empat poin diatas menjadi modal utama yang harus dipenuhi agar Indonesia dapat bersaing secara global. Dengan kata lain, peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia adalah solusinya.

    Tapi penekanan SDM di bidang ilmu pengetahuan juga harus diimbangi dengan penerapan 4 pilar negara. Hanya dengan begitu, kita bias bertahan dari pengaruh luar. (rizal)

    Bagaimana menurut Anda ?

    komentar