Ketua DPRD dan Komisi D Perjuangkan Warga Desa Pranti Korban Kecelakaan Kerja yang Dicampakkan Perusahaan

- Selasa, 6 Desember 2022 | 23:48 WIB
Peduli : Ketua DPRD Sidoarjo, H. Usman memberikan tali asih ke Riska (foto : Wiwid)
Peduli : Ketua DPRD Sidoarjo, H. Usman memberikan tali asih ke Riska (foto : Wiwid)

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO - Wajah sumringah terpancar dari Riska Dian Mutmainah (25) warga Desa Pranti, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur. Pasalnya setelah menjadi korban semena-mena perusahaan PT. Siantar Top, Tbk. Yang dikabarkan telah memecat lantaran berani speak up ke media.

Ibu dua anak ini, mendapat perhatian langsung oleh Ketua DPRD Sidoarjo, H. Usman serta Ketua Komisi D, Abdillah Nasih yang mendatangi di rumah Riska. Untuk melihat dari dekat kondisi terkini dan mendengar langsung cerita kronologis kecelakaan kerja yang dialaminya sehinga dia mengalami buta sebelah.

Dalam sidak yang dilakukan Pimpinan Dewan juga di hadiri anggota Komisi D lainya, seperti Kasipah, Thoriqul Huda, Aditya Nindyatman, dan Zahlul Yussar. Serta juga hadir, Kepada Desa (Kades) Pranti, Eko Purnomo, Kepala Dinas (Kadis) Tenaga Kerja, Ainun Amalia, pihak Puskesmas dan Kecamatan Sedati.

Disela-sela sidak, Ketua Komisi D mengatakan merasa prihatin atas musibah yang dialami oleh Riska. "Masih ada ketidakadilan dan perlakuaan tidak manusiawi atas pekerja di Sidoarjo. Ada dua langkah yang akan kami lakukan, yang pertama menyelamatkan kesehatan dan yang kedua terkait dengan nasib pekerjaan Riska yang kabarnya sudah di pecat," Ungkap Abdillah Nasih.

Baca Juga: Sukses Turun 2,07 Persen, Kinerja Penanganan Pengangguran di Sidoarjo Terbaik Se-Jatim

Politisi dari PKB ini menjabarkan yang dimaksud menyelamatkan kesehatanya yakni akan berkordinasi kepada pihak Dinas Kesehatan Kabupaten, terkait pengobatanya mata sebelah kiri agar dipermudah prosesnya dan segera sembuh.

Secepatnya Dewan akan memanggil pihak PT. Siantar Top, Tbk, juga PT. Sinar Indonesia Raya perusahaan outsourcing yang membayar gaji Riska. 

"Audinsi secepatnya kita agendakan, bersama pihak Dinasker, pihak BPJS Ketenagakerjaan dan pihak pengawas Provinsi. Ini seperti fenomena gunung es, seringkali buruh di potong gajinya, namun tidak dibayarkan iuran jaminan sosial atau tidak di daftarkan. Sehingga pekerja tidak mendapatkan perlindungan kecelakaan kerja dan kesehatan," Ujar Abdillah Nasih.

Ketua DPRD Sidoarjo, H. Usman yang terketuk hatinya dikarenakan korban kecelakaan kerja yang mengalami buta sebelah. Kini malah diberhentikan oleh perusahaan yang memperkerjakanya.

Halaman:

Editor: Iswin Arrizal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X