• Minggu, 5 Februari 2023

Forkopimda Gresik Kembali Tegaskan Larangan Rokok Ilegal

- Selasa, 15 November 2022 | 18:58 WIB
Forkopimda Gresik usai sosialisasi larangan cukai rokok ilegal. Foto (Zen/cakrawala.co)
Forkopimda Gresik usai sosialisasi larangan cukai rokok ilegal. Foto (Zen/cakrawala.co)

CAKRAWALA.CO - Saat ini rokok ilegal tengah ramai beredar di pasaran. Menanggapi hal ini, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Gresik menegaskan, rokok ilegal merugikan negara.

Hal tersebut disampaikan bupati di depan 250 pedagang kelontong sekitar, saat sosialisasi dana hasil cukai dan barang kena cukai illegal di Pelabuhan Syahbandar Gresik, Selasa (15/11).

"Pada dasarnya adalah bagaimana kita menciptakan Kabupaten Gresik yang bebas dari rokok ilegal. Karena rokok ilegal tidak membayar cukai kepada negara. Nah, dana bagi hasil cukai ini adalah salah satu tulang punggung anggaran kita." katanya.

Gus Yani sapaan akrab Bupati Gresik juga mengatakan, dalam dana bagi hasil cukai nantinya akan digunakan di berbagai sektor. Mulai dari pembangunan rumah sakit baru dan pemberdayaan masyarakat lewat beberapa dinas terkait.

Menurut Gus Yani, sosialisasi ini juga menjadi upaya mencegah pelabuhan Gresik, digunakan sebagai lokasi penyebaran rokok ilegal.

"Mudah-mudahan di pelabuhan ini tidak ada jalur perdagangan rokok ilegal. Sekali lagi karena hal ini merugikan kita." tandasnya.

Baca Juga: Pemkab Sidoarjo Bersama Kanwil DJBC Jatim I Musnahkan Rokok Ilegal Hasil Operasi 2021

Kepala Kantor Bea dan Cukai Gresik Wahjudi A juga menambahkan, ciri-ciri rokok ilegal adalah tanpa cukai, cukai palsu, bekas, berbeda atau merek tidak ada.

Dengan demikian, Wahjudi mengajak untuk seluruh warga Gresik terutama yang memiliki toko kelontong, agar bersama-sama memerangi rokok ilegal. Apabila warga menemui rokok dengan ciri yang disebutkan tadi, dapat langsung menghubungi Kantor Bea Dan Cukai Gresik.

"Saya minta kerjasamanya untuk bisa memberantas rokok ilegal di wilayah Gresik ini. Bisa langsung menghubungi call center bea cukai, atau langsung mampir ke kantor kami." katanya.

Halaman:

Editor: Mohammad Zaini

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X