Beranda PERISTIWA EKONOMI PT Barata Optimistis Penjualan di 2018 Tembus Diatas Rp 2 Triliun

PT Barata Optimistis Penjualan di 2018 Tembus Diatas Rp 2 Triliun

0
BERBAGI
PT Barata Optimistis Penjualan di 2018 Tembus Diatas Rp 2 Triliun - image  on https://www.cakrawala.co
Direktur Utama PT Barata Indonesia(Persero), Silmy Karim. Foto (Zen/cakrawala.co)

GRESIK, CAKRAWALA.CO – PT Barata Indonesia (Persero) yang berkantor di Jalan Veteran, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur,  membukukan nilai kontrak Rp 3,28 triliun sepanjang tahun 2017. Di tahun 2018 ini, mereka menargetkan nilai kontrak Rp 5 triliun.

Seperti disampaikan Direktur Utama (Dirut) PT Barata Indonesia, Silmy Karim, hingga Triwulan I, mereka sudah mencatat sekitar Rp 615 miliar kontrak baru. “Capaian kontrak tahun 2017 itu hampir empat kali lipat atau 355 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya, Rabu (16/5/2018).

Sedangkan capaian penjualan di tahun 2017, lanjut Silmy sebesar Rp1,19 triliun (69,7 persen), dan laba usaha Rp 79,5 miliar (61,1 persen). Untuk target penjualan tahun 2018 yang ditetapkan Kementerian BUMN sebesar Rp1,5 triliun.

Baca Juga  Pemerintah Setarakan Harga BBM dan Semen di Papua

“Tapi target penjualan dari internal lebih tinggi, yaitu Rp2,4 triliun. Kami optimistis tahun ini penjualan kami bisa tembus lebih dari Rp2 triliun. Salah satu upayanya membidik sektor energi,” tandasnya.

Berbicara persaingan, lanjutnya, PT Barata Indonesia tidak bisa menghindari itu. Saat ini, perusahaan yang sama dari India dan China sudah masuk ke Indonesia. “Karena itu diperlukan kerjasama antara PT Barata Indonesia dengan perusahaan luar negeri yang kompeten,” ujarnya.

Silmy mencontohkan kerjasama dengan Siemens AGdalam beberapa pekerjaan power plant. Manfaatnya, ada transfer teknologi, transfer knowladge, dan jaminan kualitas produk.

Baca Juga  Proyek 35000 MW di Jatim, Ekspansi PLTGU Grati Blok III

Dijelaskannya, peningkatan kinerja ini membuat kebutuhan tenaga kerja di PT Barata Indonesia juga terus meningkat. Semenjak ia masuk di PT Barata Indonesia, jumlah tenaga kerja bertama dari 900 orang menjadi 1.600 orang.

Untuk tumbuh berkelanjutan, PT Barata membutuhkan support di internal perusahaan, salah satu dukungan itu berupa penerapan sistem ERP dengan pelaksanaannya dimulai dari sekarang.

“Ini world class system. Perusahaan besar di Indonesia sudah menggunakan ini. Menariknya, sistem ini real time, akurat dan tidak bisa diakali. Sehingga mempermudah top management untuk mengambil keputusan dengan cepat,” terangnya.

Baca Juga  Prodamas Turunkan Angka Kemiskinan di Kota Kediri

Sistem ERP ini tambah dia, akan bisa meningkatkan efesiensi perusahaan hingga 20 persen. Dari sisi waktu, bisa lebih cepat 10 sampai 15 persen dari jadwal sekarang.

Untuk itu, Silmy Karim mengajak seluruh manajemen dan karyawan berkomitmen penuh untuk merealisasikan dan mendukung penuh pengimplementasian ERP ini. (Zen)

Bagaimana menurut Anda ?

komentar