Beranda SENI & HIBURAN BUDAYA Teater Miss Tjitjih: Manjakan Selera Horor Penonton

Teater Miss Tjitjih: Manjakan Selera Horor Penonton

0
BERBAGI
Teater Miss Tjitjih: Manjakan Selera Horor Penonton - image  on https://www.cakrawala.co
Salah satu adegan teater Miss Tjitjih (Dilla)

JAKARTA, CAKRAWALA.CO,- Acih dan Tisna adalah sepasang kekasih yang saling mencintai. Namun, orang tua Acih tidak merestui hubungan keduanya. Di tengah situasi kesedihan, keluarga Acih mengalami cobaan berupa hutang yang telah menumpuk. Kesulitan ekonomi membuat mereka pun sulit melunasinya.

Suatu saat, rentenir renta bernama Ghofur mendatangi rumah mereka. Tujuannya sudah tentu untuk menagih uang. Sebab tak ada harta yang berarti, Acih sebagai anak perempuan satu-satunya pun diminta sebagai mahar tunainya hutang. Seketika, Orang tuanya berada dalam keadaan kalut dan akhirnya menyetujui syarat yang diajukan itu.

Malang memang nasib Acih, tapi dia tidak tinggal diam. Perempuan remaja itu memutuskan untuk minggat dan kawin lari dengan pria idamannya. Setelah melewati konflik dengan keluarga, akhirnya mereka menikah. Ironisnya, kisah keduanya tak berujung bahagia karena kematian Acih ketika melahirkan anak pertamanya.

Baca Juga  Sudirman Said Penantang Utama Ganjar Pranowo

Teater Miss Tjitjih: Manjakan Selera Horor Penonton - image 1x1.trans on https://www.cakrawala.co

Peristiwa wafatnya Acih tersebut mengandung ketidak wajaran. Calon ibu itu dibunuh oleh nenek Paraji yang hendak menolongnya. Sosok dukun beranak tadi tenyata hanya samaran dari kuntilanak. Salah satu jenis makhluk halus itu konon tinggal pada area kuburan di belakang rumah Acih dan Tisna, di dekat Mangga Dua.

Horor adalah Roh Pertunjukkan

Cerita percintaan antara Acih dan Tisna tersebut, membukakisah horor ala Teater Miss Tjitjih. Sejak 1928, komunitas pementasan seni panggung itu memang sudah berpengalaman dalam mempertunjukkan lakon misteri dengan berbagai variasi, termasuk pada Sabtu malam lalu (10/02/18), yang mana intrik romantis menjadi bumbu tambahan bagi tema mistis. Meskipun demikian, gimmick komedi tetap dihadirkan serta mampu membuat penonton tertawa. Singkatnya, genre Komedi Horor telah sukses mereka mainkan.

Baca Juga  Tekan Biaya Trasportasi Laut di Kemenhub,Pemkab Kepsul Malah Dapat Bantuan KM Feri

“Kita memang selalu mainkan horor dalam setiap tampil, identik ya dengan horor.. Dan satu-satunya di Indonesia”, ujar Syarifah Rohmah (49), Ketua Perkumpulan Teater Miss Tjitjih kepada Cakrawala.co.

Selanjutnya, Syarifah mengatakan bahwa penonton akan bertanya-tanya jika mereka tidak memasukkan nilai horor lokal dalam setiap drama yang dimainkan. Tak heran bila tajuk seperti Jelangkung, Paraji Kunti dan Jurig Neangan Pejit masuk dalam agenda penampilan kelompok itu pada 2018.

“Meski horor, kami gunakan teknik alami”, kata Syarifah. Ucapannya itu terbukti dari penampilan para pemain yang memerankan sosok hantu dalam lakon berjudul Mati Beranak di Mangga Dua.

Baca Juga  Ini Kata Menhub Soal Elektrifikasi Jalur Rel Kereta Api

Teater Miss Tjitjih: Manjakan Selera Horor Penonton - image 1x1.trans on https://www.cakrawala.co

Para penonton sukses dibuat histeris ketika lampu di dalam gedung pertunjukkan dimatikan secara mendadak. Sebab hal itu menjadi penanda munculnya bentuk-bentuk hantu. Mereka pun harus siap untuk terkejut dengan kehadiran sosok pocong melayang atau kuntilanak terbang.

Tentu saja, para pemeran tidak lantas terbang tanpa properti tertentu. Tali adalah modal andalan untuk membuat efek-efek itu. Mereka juga tidak menggunakan teknologi multimedia yang penuh trik, dan pilihan justru jatuh pada pemanfaatan teknik alami. Singkatnya, pengaturan panggung serta adegan yang sederhana tetap mampu memikat pencinta seni teater.

Jadi sudah siapkah Anda menyaksikan suguhan dongeng mistis ala Miss Tjitjih? Ayo hadir dan rasakan sensasi mencekamnya.

(Nur Desilawati)

Bagaimana menurut Anda ?

komentar