Beranda PERISTIWA SOSIAL POLITIK Pemanfaatan Dana Keistimewaan Tidak Boleh Asal-asalan

Pemanfaatan Dana Keistimewaan Tidak Boleh Asal-asalan

0
BERBAGI
Pemanfaatan Dana Keistimewaan Tidak Boleh Asal-asalan - image  on https://www.cakrawala.co

JOGJAKARTA CAKRAWALA. CO, – Pasca ditetapkannya Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY, maka DIY mendapatkan dana keistimewaan ( Danais) dari pemerintah pusat.

Pemanfaatan Danais tersebut tidak bisa asal-asalan karena harus dipertanggungjawabkan sebab merupakan uang rakyat yang digunakan untuk pembangunan keistimewaan masyarakat DIY.

” Tata cara pengalokasian, penyaluran dan pengelolaan Danais diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 103/PMK.07/2013 dan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 33 Tahun 2016 yang merupakan turunan dari Perdais,” Ungkap Asisten Keistimewaan Setda DIY Didik Purwadi di gedhong Pracimasono Komplek kantor gubernur DIY Kepatihan Yogyakarta.

Baca Juga  Halis Nazali Rajai Show Jumping Competition Zaganosh Open 2017

Prinsipnya, imbuh Didik Purwadi, yang melaksanakan Danais tersebut adalah Pemerintah Daerah (Pemda) DIY yang diturunkan sampai kabupaten/kota se-DIY sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Obyek dari Danais adalah seluruh masyarakat DIY.

” Apabila yang melaksanakan Pemda bukan berarti merekalah yang diuntungkan. Pemda justru sebagai aktor dan regulator di dalam membangun keistimewaan DIY sehingga dilaksanakan kepala daerah tersebut sesuai dengan visi misi Gubernur DIY, problematika yang ada di DIY seperti ketimpangan wilayah, kemiskinan dan pendapatan,” Jelas Didik Purwadi.

Didik menambahkan pemanfaatan Danais memang harus sesuai dengan lima urusan keistimewaan DIY. Misalnya urusan kebudayaan maka program/kegiatan yang bisa dilakukan harus ada unsur untuk mempertahankan nilai-nilai budaya dan sejarahnya.

Baca Juga  Orang Muda Katholik ( OMK) Menjaga Rumah Warga Muslim Saat Tarowih dan Subuhan

” Akses Danais sebenarnya untuk masyarakat DIY, hanya saja untuk perencananya tetap pemerintah. Ketika masyarakat merasa ingin mengajukan usulan program/kegiatan menggunakan Danais, mereka bisa mengusulkan kepada Pemda ataupun dinas-dinas terkait sesuai mekanisme,” Ujarnya.

Mantan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY ini menegaskan masyarakat bisa mengusulkan pemanfaatan Danais tersebut kepada Pemda atau dinas terkait. Pengajuan usulan tersebut akan ditampung oleh Pemda untuk dimusyawarahkan dan mendapat persetujuan atau tidak dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) DIY. Kriteria pemanfaatan Danais ini harus disesuaikan dengan visi misi Gebernur DIY, mendukung tujuan pencapan pembangunan keistimewaan DIY dan lain-lain.

Baca Juga  Diskusi Mahasiswa Indonesia di Perth: Memahami Alam, Menjaga Lingkungan

” Berbagai usulan akan ditampung Bappeda dan dirapatkan yang kemudian dibahas di pusat, lalu disetujui, baru bisa mengakses Danais tersebut. Perlu ditekankan Danais ini terap merupakan uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan sehingga tidak bisa asal meminta saja. Pemanfaatanya harus diawasi, dievaluasi hingga dipertanggungjawabkan,” Pungkas Didik. ( okta )

Bagaimana menurut Anda ?

komentar