Beranda PERISTIWA Bau Busuk Limbah Pabrik Memaksa Puluhan Siswa Belajar Kenakan Masker

Bau Busuk Limbah Pabrik Memaksa Puluhan Siswa Belajar Kenakan Masker

0
BERBAGI
Bau Busuk Limbah Pabrik Memaksa Puluhan Siswa Belajar Kenakan Masker - image Snapshot-134-640x360 on https://www.cakrawala.co
Puluhan anak mengenakan masker karena tidak tahan menghirup bau busuk limbah pabrik, foto Agung

SUKOHARJO JATENG CAKRAWALA.CO ,- Bau busuk menyengat yang berasal dari limbah pabrik di kecamatan Nguter, Sukoharjo, Jawa Tengah membuat warga masyarakat terganggu.  Tidak hanya warga aktifitas belajar mengajar di sejumlah sekolah pun juga terkena imbasnya sehingga  para guru dan anak-anak SD di wilayah ini-pun terpaksa harus mengenakan masker saat beraktifitas di sekolah.

Puluhan siswa Madrasah Ibtidaiyah, Plesan Sukoharjo, misalnya terpaksa harus mengenakan penutup hidung (masker) saat mengikuti proses belajar mengajar di sekolah maupun di halaman sekolah. Kondisi tersebut sudah hampir empat bulan terjadi.

Baca Juga  Polda Kalteng Sebut, Beberapa Kasus Besar Terungkap di Kalteng Selama 2017

“memakai masker karena bau menyengat kaya bau septictank gitu,”kata Yessi salah seorang siswa saat dimintai tanggapannya, Selasa (23/1/2018).

Lokasi sekolah tersebut memang hanya berjarak sekitar dua kilometer dari kompleks PT Rayon Utama Makmur yang diduga menyebarkan bau busuk akibat limbah yang dikeluarkan perusahaan tersebut.

Limbah pabrik Rayon atau serat tekstil sintetis tersebut juga mengganggu warga bahkan beberapa waktu lalu warga sempat mengungsi karena tidak tahan dengan bau yang terus menerus menyengat dihidung warga.

Warga khawatir jika bau yang dihirup mereka teruatam para siswa  bisa berakibat buruk bagi kesehatan mereka di kemudian hari.

Baca Juga  Semen Padang Fc Harap Poin di Papua untuk Kembalikan Mental Tim

“Saya harap ada upaya segera dari pihak terkait untuk mengatasi masalah ini karena sudah cukup menggangu warga terutama kegiatan belajar di sekolah,”kata  Ahmad Sarijo, kepala sekolah Madrasah Ibtidaiyah Plesan.

Ia menyebut para siswa dan guru tidak dapat berkonsentrasi saat kegiatan belajar mengajar apalagi dihantui perasaan khawatir dampak buruk dari bau limbah tersebut untuk kesehatan mereka.

Perlu diketahui,  bau busuk  limbah pabrik ini menyebar di kawasan kecamatan Nguter dan sekitarnya dengan radius lebih dari sepuluh kilo meter dan menyebabkan warga terdampak mengalami sesak nafas.

  1. Rayon Utama Makmur sendiri merupakan pabrik serat rayon sebagai bahan utama pembuatan tekstil.***Agung

Bagaimana menurut Anda ?

komentar