Beranda SENI & HIBURAN OLAHRAGA Keputusan Dewan Wasit Hafendri Nodai Kejuaraan Karate Kapolda Cup II

Keputusan Dewan Wasit Hafendri Nodai Kejuaraan Karate Kapolda Cup II

0
BERBAGI
Keputusan Dewan Wasit Hafendri Nodai Kejuaraan Karate Kapolda Cup II - image  on https://www.cakrawala.co

PALANGKA RAYA KALTENG CAKRAWALA,CO ,- Jalnnya pertadingan dalam kejuaraan Karate Kapolda Cup II yang semula berlangsung seru dan menegangkan sedikit ternoda oleh keputusan kontroversial Dewan Wasit dari Jakarta bernama Hafendri DAN V Karate.

Hafendri merupakan utusan Dewan Wasit Jakarta atau UKF namun disayangkan sejumlah pihak di Kalteng karena keputusannya yang kontroversial sehingga menyisakan masalah dan protes keras dari manajer tim Karate utusan Korem Paju Panjung.

Protes keras Tim Karate utusan Korem berawal saat pertandingan antara atlet Karate Korem berhadapan dengan atlet utusan Murung Raya dan bertanding di klas + 67 yang dipimpin oleh wasit Rayendra, dan dalam hitungan menit pertama atlet korem sudah dapat poin 3 : 0 unggul dari atlet Murung Raya.

Baca Juga  Sudirman Said Cagub Jateng, Ini Profilnya

Pada saat pertandingan berlanjut, atlet korem berhasil menjatuhkan lawannya atlet dari Murung Raya lewat kakinya dan langsung “Menzammi” dengan pukulan tangan kanan hingga lawan tak berdaya.

Saat itu sambil berbangun dan berjalan dengan kaki sedikit terpincang atlet Murung Raya sedikit memegang kepalanya kemudian duduk dan langsung ditolong oleh tim dokter pertandingan dan di bawa keluar arena.

Dinilai tidak bisa melanjutkan pertandingan atau “Kiken”, wasit Rayendra langsung memberikan kemenangan kepada atlet korem. Namun sangat mengejutkan karena berselang hampir setengah jam, Dewan Wasit Hafendri meganulir kemenangan atlit Korem atas Atlet Murung Raya tersebut dan mengalihkan kemangan untuk Atlet Murung Raya dengan alasan atlet Korem melanggar disiplin.

Baca Juga  Kalah Melawan Malaysia, Indonesia Gagal ke Final

Sontak keputusan tersebut disambut kontroversi para penonton dan official dalam kejuaraan Karate Kapolda Cup II tersebut. Sejumlah pihak menyesalkan adanya keputusan tersebut yang dinilai cukup menodai jalnnya pertandingan.

Salah seorang Karateka yang sering ikut menyaksikan pertandingan Karate namun enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa kasus tersebut tidak bisa di biarkan dan harus dituntaskan di internal Dewan Wasit (WKF).

“dalam perwasitan itu tidak ada yang digugurkan, terkecuali kontestan sudah melakukan pelanggaran C1 maupun C2 dalam data pelanggaran atlet yang bertanding,”sesalnya.

Baca Juga  Prihatin Peredaran Narkoba, Balon Bupati Bantaeng Gandeng PBHI Sosialisasi Terhadap Pelajar

Ia menyebut Kontestan yang melakukan pelanggaran pada 15 detik terakhir, itu memang di kenakan Hansoku.

“dan jika¬† kesalahan dikarenakan Mubobi itu sampai meninggalpun tetap lawannya yang salah.”ucapnya.

Sementara itu saat cakrawala.co mencoba konfirmasi dengan Dewan Wasit Hafendri ternyata yang bersangkutan sudah kembali  ke Jakarta.

Dihubungi lewat selulernya Hafendri mengatakan bahwa perubahan kemenangan diakui atas keputusan dirinya.

“itu saya yang memutuskannya sekalipun anda mau melapor ke Dewan Wasit,”Jawabnya sedikit ego.***(HT)

Bagaimana menurut Anda ?

komentar