Beranda SENI & HIBURAN OLAHRAGA Buntut Keputusan Dewan Wasit Kontroversial, Ini Kata Dokter RS Bhayangkara

Buntut Keputusan Dewan Wasit Kontroversial, Ini Kata Dokter RS Bhayangkara

0
BERBAGI
Buntut Keputusan Dewan Wasit Kontroversial, Ini Kata Dokter RS Bhayangkara - image  on https://www.cakrawala.co

PALANGKA RAYA KALTENG CAKRAWALA.CO ,- Dokter Rumah Sakit Bhayangkara yang merawat pasien Apram Karateka asal Murung Raya saat dijatuhkan lawannya dalam pertandingan di klas senior 21 -75 kg di Kejurda Karate Kapolda Cup II menyatakan yang bersangkutan kondisinya cukup baik.

“berdasarkan hasil rontgen yang sudah kami periksa tidak ada keretakkan baik di kepala maupun dileher belakang,” kata dr Benny dokter yang merawat pasien tersebut saat ditemui cakrawala.co, Senin (22/1/2018).

Menurutnya pihaknya meyakini tidak ada masalah serius dalam tubuh pasiennya tersebut usai pertandingan Karate yang megakibatkan lawannya Trifa dianulir sebagai juara satu Kumite tersebut.

Baca Juga  Ramadhani Fayaputri Wakili Kalteng di Ajang Putri Pariwisata

“Kami yakin tidak ada retak serta rontgen yang jadi pegangan kami untuk menyatakan hal tersebut,”ujarnya.

Sementara itu, pernyataan dewan wasit bernama H.Hefendri yang menyatakan ada keretakkan di bagian leher dan kepala adalah cara diagnosanya sendiri tanpa dasar pemeriksaan medis yang memadai.

Sejumlah pihak menuding pernyataan Hefendri sebagai pernyatan yang patut diduga karena berusaha ingin memenangkan salah satu atlet yang kemungkinan adalah titipan pihak tertentu.

Selain itu, sejumlah sumber menilai Hefrindri telah membuat keputusan sendiri yang cukup kontroversial.  Pada saat itu tengah memasuki waktu Shalat Magrib dimana pertandingan beregu kata anak-anak tengah diistirahatkan oleh panitia lewat pengeras suara, namun tiba-tiba kembali dimainkan oleh dua peserta saja, sementara ada peserta yang sedang istirahat untuk shalat Magrib malah didiskualifikasi.

Baca Juga  H-2 Lebaran Jalan Berlobang di Kalteng Sudah Kembali Mulus

Namun karena sempat diprotes oleh manajer Tim  Korem, maka  kemudian permainan kata beregu tersebut akhirnya dimainkan ulang.***( HT )

Bagaimana menurut Anda ?

komentar