Beranda NASIONAL Polemik Pemutaran Film G30S/PKI (1)

Polemik Pemutaran Film G30S/PKI (1)

0
BERBAGI
Polemik Pemutaran Film G30S/PKI (1) - image penyiksaan-g30spki_20170918_171329 on https://www.cakrawala.co
Patung yang menggambarkan penyiksaan G-30-S/PKI di Lubang Buaya Jakarta.

Panglima TNI:Nonton Bareng Memang Perintah Saya, Mau apa?

JAKARTA, CAKRAWALA,- Jagat media belakangan ini diramaikan dengan polemik tentang perlu dan tidaknya pemutaran film pengkhianatan G-30-S/PKI karena di dalamnya dianggap mengandung propaganda Soeharto kala itu.

Tapi bagi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo rupanya tidak ambil pusing atas polemik pemutaran film G30S/PKI di lingkup internal institusinya. Dia menegaskan acara nonton bareng film kontroversial itu memang perintahnya.

“Iya itu memang perintah saya, mau apa? Yang bisa melarang saya hanya pemerintah,” kata Jenderal Gatot saat ditemui seusai ziarah di Makam Bung Karno (MBK), Bendogerit, Blitar, Senin (18/9/2017).

Baca Juga  Menlu Undang Pengusaha Yordania Hadiri Trade Expo Indonesia 2017

Gatot menyatakan Mendagri sudah mengizinkan dia memerintahkan seluruh anggotanya menonton film garapan era Orde Baru tersebut. Saat ditanya mengenai materi film itu masih menjadi polemik, Gatot mengatakan menonton film tersebut merupakan upaya meluruskan sejarah.

Biarin aja, saya nggak mau berpolemik. Ini juga upaya meluruskan sejarah. Saya hanya ingin menunjukkan fakta yang terjadi saat itu. Karena anak-anak saya, prajurit saya, masih banyak yang tidak tahu,” jelasnya.

Menurut Gatot, bahkan Presiden Sukarno sendiri pernah memberi pesan untuk tidak melupakan sejarah. “Sejarah itu jangan mendiskreditkan. Ini hanya mengingatkan pada anak bangsa, jangan sampai peristiwa itu terulang. Karena menyakitkan bagi semua pihak. Dan korbannya sangat banyak sekali,” ucapnya.

Baca Juga  Kapolres Kota Lhokseumawe: ",Penggunaan Dana Desa Harus Transparan",

Rencana TNI menggelar acara nonton bareng film G30S/PKI memang menjadi polemik. Ada yang menilai film itu tak pantas ditonton lagi. Namun ada juga yang mendukung rencana TNI sebagai upaya mengingatkan sejarah kelam bangsa ini. (fur/detik)

Bagaimana menurut Anda ?

komentar