Beranda PERISTIWA HUKUM & KRIMINAL Gara gara Mobil Rental, Seorang Guru Diculik dan Dianiaya Hingga Tewas 

Gara gara Mobil Rental, Seorang Guru Diculik dan Dianiaya Hingga Tewas 

0
BERBAGI
Gara gara Mobil Rental, Seorang Guru Diculik dan Dianiaya Hingga Tewas  - image IMG-20170913-WA0041 on https://www.cakrawala.co

PONTIANAK – CAKRAWALA.CO, – Adrianus Amit seorang guru SMP Negeri 1 Jungkat Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat, akhirnya meninggal dunia Rabu dini hari (13/09/2017).

Adrianus meninggal dunia  di rumah sakit Santo Antonius Pontianak, setelah diculik dari rumahnya dan dianiaya oleh sedikitnya 20 orang pelaku. Satu orang diantaranya diduga oknum anggota Polisi.

Guru yang dikenal dekat dengan muridnya ini, meninggal dunia setelah sempat 12 hari menjalaninperawatan dalam kondisi koma di ruang ICCU Rumah sakit Santo Antonius Pontianak. 

“Suami saya di pukuli dan cilik dari rumah sekitar pukul 01.00 WIB, dari rumah dan pada saat kejadian hanya ada anak bungsunya dan ia sedang berada di Jakarta membawa anaknya berobat, jelas Endah Widayanti, Rabu sore, (13/09/2017). 

Baca Juga  Protes, Kader Golkar Cianjur Kembalikan KTA

Menurut Endah Widayanti, ia baru mengetahui keberadaan suaminya, setelah ada yang menelphone melaui ponsel suaminya yang tertinggal di rumah.

Sang penelepon di duga dari salah satu pelaku penculikan, yang menyebutkan jikw suaminya sudah berada di Rumah Sakit Santo Antonius Pontianak. 

“Saat ia temui di ruang UGD Rumah Sakit, kondisi suaminya sudah tidak sadarkan diri, dengan luka memar di bagian kepala, dan luka hangus yang di duga bekas disetrum dibadan dan kakinya” ujarnya.

Sebelumnya kata Endah, memang diketahui suaminya ada masalah soal dua unit mobil yang dititpkan teman suaminya ke rumah yang ternyata mobil bermasalah, namun sudah diambil pihak kepolisian Polresta Pontianak sebelum kejadian penculikan.

Baca Juga  Bobol Dinding Penjara Pakai Soda Api, Enam Napi Berhasil Kabur

“Meski ada itikad baik dari pelaku penculikan yang disertai penganiayaan hingga menyebabkan suaminya meninggal dunia, namun proses hukum tetap harus di lakukan dan aparat kepolisian harus mengungkap dan menghukum seluruh pelaku, termasuk seorang yang diduga oknum anggota Kepolisian” pintanya.

Setelah menjalani otopsi, mayat Guru malang ini, langsung di kremasi dan dibawa oleh istri dan keuarganya untuk dimakamkan di kampung halaman istrinya di Kabupaten Salatiga Jawa Tengah menggunakan penerbangan dari Bandara Internasional Supadio Pontianak, Rabu sore. 

Baca Juga  Seorang Kakek Tua Diduga Mengalami Stres Hingga Membakar Rumah Sendiri di Padang

Sementara itu menurut Ahli Forensik Rumah Sakit Soedarso Pontianak, Dr. Monang Siahaan, korban mengalami pendarahan di otak yang cukup parah.

“Luka pendarahan di otak yang cukup parah akibat benda tumpul, menjadi prioritas utama penyebab kematian korban”, jelas Dr. Monang Siahaan, Rabu Sore, (13/09/2017).

Hingga saat ini pihak kepolisian dari Polresta Pontianak maupun Polda Kalbar yang telah mengambil alih kasus ini, belum memberikan keterangan. Dari informasi terpercaya yang diterima Cakrawala.co, saat ini Polresta Pontianak sudah mengamankan empat orang pelaku dan sudah mengantongi nama oknum anggotanya yang ikut terlibat dalam aksi penculikan tersebut. (Bayu/Ptk).

Bagaimana menurut Anda ?

komentar