Beranda PERISTIWA DESA KITA Miris…Tidak Sanggup Bayar Umbul-umbul, Perangkat Desa Hentikan Pemberian Raskin di Soppeng

Miris…Tidak Sanggup Bayar Umbul-umbul, Perangkat Desa Hentikan Pemberian Raskin di Soppeng

0
BERBAGI
Miris...Tidak Sanggup Bayar Umbul-umbul, Perangkat Desa Hentikan Pemberian Raskin di Soppeng - image rumah-nenek-benong on https://www.cakrawala.co
Rumah Nenek Benong yang dipasangi bendera umbul-umbul oleh aparat desa secara paksa di Kabupaten Soppeng

SOPPENG, CAKRAWALA.CO – Sungguh miris di peringatan HUT RI ke 72 yang seharusnya warga Indonesia sudah merdeka ternyata ada warga yang masih terjajah oleh aparat desa yang membuat warganya membebankan pemasangan umbul-umbul dengan mebayaran uang sebesar 50 ribu rupiah.

Nenek Benong (83) warga miskin di desa Baringen kecamatan Lilirilau kabupaten Soppeng Sulawesi selatan tidak terima lagi beras rakyat miskin atau raskin akibat tidak membayar umbul umbul atau bendera pada perayaan 17 agustus beberapa waktu lalu, yang diperjual belikan oleh aparat desa Baringen kabupatemn Soppeng Sulawesi selatn, tidak hanya itu ada sekitar ratusan warga tidak mampu mengeluhkan pungutan yang dilakukan oleh aparat desa tersebut dan ternyata hanya dilakukan pembiaran oleh oknum pemerintah kecamatan.

Baca Juga  Terkait Isu Penolakan Pasien, Rahmat Jaya : RS Labuang Baji Sudah Sesuai SOP

Akibat pembayaran uang umbul-umbul yang dipaksa Nenek Benong harus berenti memasak karena beras sejaterah atau raskin yang ia dapatkan secara rutin dari kantor desa di hentikan.nenek Benong adalah salah satu warga desa yang tidak mampu dan di tindah oleh aparat desa yang seharusnya di hari kemerdekaan mendapatkan segala haknya sebagai warga Indonesia.

Pemberhentian sebagai penerima raskin bagi nenek benong usia 83 tahun dinilai tidak berdasar karena hanya tidak mampu membayar bendera umbul umbul senilai 55 ribu rupiah yang dipasangkan di depan rumahnya oleh aparat desa setempat dengan cara dipaksa.

Baca Juga  Katim Sergap Mabes TNI AD Kunjungi Barsel Antisipasi Krisis Beras

Pembagian beras miskin di desanya sudah bejalan dua minggu lalu sementara nenek Benong yang tinggal sendiri dirumah panggungnya tersebut tanpa menerima raskin karena syarat pembayaran umbul-umbul belum dipenuhi.

Uang 55 ribu bagi nenek Benong sangatlah besar sementara dirinya sebagai buruh tembakau hanya di gaji lima ribu ribu hingga sepuluh ribu rupiah perharinya hanya cukup makan sehari.

Miris...Tidak Sanggup Bayar Umbul-umbul, Perangkat Desa Hentikan Pemberian Raskin di Soppeng - image nenek-benong-300x169 on https://www.cakrawala.co
Nenek Benong (83) hanya duduk terdiam di dalam rumahnya karena tidak dapat pembagian raskin akibat tidak membayar uang pemasangan umbul-umbul secara paksa

“Bukan saya yang pasang bendera, orang yang pasang sama juga tiangya, bendera ia dibayar 50 ribu, gara gara itu sehingga saya tidak dikasi beras,sampai saat ini saya tidak dikasi beras sama orang desa karena tidak bisa bayar itu umbul-umbul.”ungkap nenek Benong.

Baca Juga  Saat Asyik Berenang, Remaja Tewas Terseret Ombak.

Nenek Benong sempat meminta bantuan kepada tetangganya untuk ke kantor desa mengambil jatah beras raskin namun alasanya pun sama sehingga beras raskin miliknya belum bisa di berikan sampai kewajibanya terpenuhi.

Perangkat desa saat di konfirmasi mengatakan “ jangan dimbil dulu berasnya karena belum bayar umbul umbul, sebelum 17 san.” Ungkapnya.

Tidak hanya nenek Benong dan Rahman mendapat ancaman ada sekitar 200 warga miskin penerima beras dari pemerintah pusat itu mendapat ancaman atau intimidasi wajib membayar umbul umbul jika tidak ingin dihentikan pembagian raskinya. (Rezki Mas’ud).

Bagaimana menurut Anda ?

komentar